Peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar
Belakangan ini, dunia sering kali diwarnai dengan kesedihan dan bencana. Banjir bandang yang baru-baru ini melanda Sumatera menjadi pengingat yang menyakitkan bagi kita semua. Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa dan harta benda, tetapi juga menunjukkan betapa rentannya ekosistem kita karena ketidakpedulian manusia. Peristiwa tragis ini mengangkat kembali pertanyaan penting: bagaimana seharusnya kita berinteraksi dengan alam, dan sejauh mana ajaran agama kita mengarahkan kita untuk merawat bumi beserta isinya?
Sungguh ironis, di tengah krisis lingkungan yang semakin jelas, muncul perdebatan yang mengaburkan arti dari kepedulian. Istilah kontroversial "Wahabi lingkungan" yang diungkapkan oleh Ulil Abshar Abdalla yang secara satir merujuk pada gerakan konservasi yang dianggap terlalu kaku atau berlebihan seolah menjadi alasan untuk mengabaikan seruan menyelamatkan lingkungan. Ungkapan ini, yang muncul tidak lama sebelum bencana di Sumatera, terasa semakin tajam ketika alam memberikan respons begitu keras terhadap eksploitasi dan kelalaian.
A. Kedudukan hewan dan lingkungan dalam Islam
Dalam Islam, posisi hewan dan lingkungan sangatlah mulia dan penting. Mereka tidak hanya dianggap sebagai sumber daya untuk manusia, tetapi juga sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan hak dan peran masing-masing di dunia. Hewan merupakan komunitas seperti manusia, memiliki kelompoknya sendiri, dan akan dihimpun kembali di hadapan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa hewan memiliki nilai yang berarti di mata Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
َูู
َุง ู
ِْู ุฏَุงٓ ุจَّุฉٍ ِูู ุงْูุงَ ุฑْุถِ ََููุง ุทٰุٓฆِุฑٍ َّูุทِْูุฑُ ุจِุฌََูุง ุญَِْูู ุงَِّูุงۤ ุงُู
َู
ٌ ุงَู
ْุซَุง ُُูููู
ْ ۗ ู
َุง َูุฑَّุทَْูุง ِูู ุงِْูููุชٰุจِ ู
ِْู ุดَْูุกٍ ุซُู
َّ ุงِٰูู ุฑَุจِِّูู
ْ ُูุญْุดَุฑَُْูู
Artinya: "Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan." (QS. Al-An'am surah ke 6: Ayat 38).
Amati bagaimana berbagai jenis hewan menunjukkan perilaku sosial yang berbeda, mencari makanan dengan cara yang unik, dan berinteraksi dalam ekosistem mereka. Contohnya, koloni semut yang memiliki struktur sosial tertentu, kawanan burung yang bermigrasi mengikuti pola tertentu, atau cara kucing merawat anak-anaknya. Allah menciptakan hewan untuk memberikan banyak manfaat bagi manusia, seperti sebagai sumber makanan, pakaian, alat transportasi, dan keindahan. Namun, kita harus memanfaatkan semua ini dengan tanggung jawab dan tidak berlebihan serta menjaga kesejahteraan hewan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
َูุง ْูุงَ ْูุนَุง ู
َ ุฎََََูููุง ۚ َُูููู
ْ َِْูููุง ุฏِْูุกٌَّูู
ََูุง ِูุนُ َูู
َِْููุง ุชَุฃَُُْْูููู(ูฅ) ََُูููู
ْ َِْูููุง ุฌَู
َุง ٌู ุญَِْูู ุชُุฑِْูุญَُْูู َูุญَِْูู ุชَุณْุฑَุญَُْูู (ูฆ) َูุชَุญْู
ُِู ุงَุซَْูุง َُูููู
ْ ุงِٰูู ุจََูุฏٍ َّูู
ْ ุชَُُْْููููุง ุจِٰูุบِِْูู ุงَِّูุง ุจِุดِِّู ุงْูุงَ ُْููุณِ ۗ ุงَِّู ุฑَุจَُّูู
ْ َูุฑَุกٌُْูู ุฑَّุญِْูู
ٌ(ูง) َّูุง ْูุฎََْููู َูุง ْูุจِุบَุง َู َูุง ْูุญَู
ِْูุฑَ ِูุชَุฑَْูุจَُْููุง َูุฒَِْููุฉً ۗ ََููุฎُُْูู ู
َุง َูุง ุชَุนَْูู
َُْูู(ูจ)
Artinya:
(5.) “Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.”
(6.) “Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan).”
(7.) “Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang,”
(8.) “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. An-Nahl surah ke 16: Ayat 5-8).
Memilih daging dari hewan yang disembelih dengan cara halal dan tanpa menyakiti, menggunakan transportasi umum atau sepeda daripada kendaraan pribadi secara berlebihan untuk mengurangi dampak lingkungan yang juga memengaruhi habitat hewan, serta mendukung praktik pertanian dan peternakan yang memperhatikan kesejahteraan hewan. Allah menciptakan alam semesta dengan keseimbangan yang sempurna. Manusia diperintahkan untuk menjaga keseimbangan ini dan tidak melampaui batas dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ุงَูุดَّู
ْุณُ َูุง َْููู
َุฑُ ุจِุญُุณْุจَุง ٍู(ูฅ) َّูุง َّููุฌْู
ُ َูุง ูุดَّุฌَุฑُ َูุณْุฌُุฏِٰู(ูฆ) َูุง ูุณَّู
َุงุٓกَ ุฑََูุนََูุง ََููุถَุนَ ุงْูู
ِْูุฒَุง َู(ูง) ุงَ َّูุง ุชَุทْุบَْูุง ِูู ุงْูู
ِْูุฒَุง ِู(ูจ) َูุงَ ِْููู
ُูุง ุงَْููุฒَْู ุจِุง ِْููุณْุทِ ََููุง ุชُุฎْุณِุฑُูุง ุงْูู
ِْูุฒَุง َู(ูฉ)
Artinya:
(5.) “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,”
(6.) “dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).”
(7.) “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,”
(8.) “agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.”
(9.) “Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar-Rahman surah ke 55: Ayat 5-9).
Allah telah menundukkan alam semesta bagi manusia sehingga mampu memanfaatkannya untuk kebutuhan hidupnya. Oleh sebab itu, manusia wajib bersyukur dengan mendirikan shalat dan memperhatikan keberlangsungan orang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ุงَُّٰููู ุงَّูุฐِْู ุฎَََูู ุงูุณَّู
ٰٰูุชِ َูุง ْูุงَ ุฑْุถَ َูุงَ ْูุฒََู ู
َِู ุงูุณَّู
َุงุٓกِ ู
َุงุٓกً َูุงَ ุฎْุฑَุฌَ ุจِูٖ ู
َِู ุงูุซَّู
َุฑٰุชِ ุฑِุฒًْูุง َُّูููู
ْ ۚ َูุณَุฎَّุฑَ َُูููู
ُ ุงَُْْููููู ِูุชَุฌْุฑَِู ِูู ุงْูุจَุญْุฑِ ุจِุงَ ู
ْุฑِูٖ ۚ َูุณَุฎَّุฑَ َُูููู
ُ ุงْูุงَ ْٰููุฑَ
Artinya: “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.” (QS. Ibrahim surah ke 14: Ayat 32).
B. Landasan dan perintah dalam Islam untuk peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar
Hewan dianggap sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, sehingga mereka memiliki hak untuk hidup dan harus diperlakukan dengan baik tanpa disakiti. Dalam sebuah hadits disebutkan:“Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan. Dia tidak memberinya makan atau minum, dan tidak pula melepaskannya untuk mencari makan sendiri.” (HR. Bukhari no. 3.481 dan Muslim no. 2.242).
Bersikap baik kepada hewan, bahkan dengan tindakan kecil seperti memberikan minum, dapat menjadi alasan untuk mendapatkan ampunan dosa dari Allah. Ini menunjukkan betapa pentingnya kasih sayang dan perhatian terhadap semua makhluk hidup. Ketika kita memberi minum kepada anjing, kita melakukannya dengan tulus dan penuh perhatian. Keikhlasan dalam berbuat baik, meskipun dilakukan oleh seseorang yang mungkin memiliki masa lalu yang kurang baik, sangat dihargai oleh Allah.
“Telah menceritakan kepada kami Adam, ia berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abu Ishaq, ia berkata aku mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Ketika seekor anjing berputar-putar di sekitar sumur karena hampir mati kehausan, tiba-tiba seorang pelacur dari pelacur-pelacur Bani Israil melihatnya. Lalu ia melepas sepatunya (untuk mengambil air), kemudian memberinya minum. Maka diampunilah dosanya karena perbuatan itu.” (HR. Bukhari no. 3.467).
Kita belajar tentang etika saat menyembelih hewan, yaitu dengan menggunakan alat yang tajam supaya prosesnya cepat dan tidak menyakiti hewan. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu. Jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kamu menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim no. 1.955).
Islam memiliki pandangan yang luas mengenai lingkungan, di mana ia dianggap sebagai amanah (titipan) dari Allah kepada manusia. Manusia tidak hanya diizinkan untuk memanfaatkan lingkungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dan merawatnya. Para ulama menjelaskan bahwa amanah ini mencakup tanggung jawab manusia terhadap seluruh alam semesta dan semua isinya, termasuk lingkungan. Manusia dipercayakan untuk mengelola dan menggunakan bumi dengan bijak.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ุงَِّูุง ุนَุฑَุถَْูุง ุงْูุงَ ู
َุง َูุฉَ ุนََูู ุงูุณَّู
ٰٰูุชِ َูุง ْูุงَ ุฑْุถِ َูุง ْูุฌِุจَุง ِู َูุงَ ุจََْูู ุงَْู َّูุญْู
ََِْูููุง َูุงَ ุดََْْููู ู
َِْููุง َู ุญَู
َََููุง ุงْูุงِ ْูุณَุง ُู ۗ ุงَِّููٗ َูุง َู ุธَُْููู
ًุง ุฌًَُْูููุง
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,” (QS. Al-Ahzab surah ke 33: Ayat 72).
Allah melarang manusia untuk merusak bumi setelah Dia menciptakan semuanya dengan sempurna. Kerusakan ini meliputi berbagai tindakan yang mengganggu keseimbangan alam, seperti pencemaran, penebangan hutan besar-besaran (yang dapat dilakukan secara sengaja atau tidak), serta penggunaan sumber daya alam secara berlebihan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ََููุง ุชُْูุณِุฏُْูุง ِูู ุงْูุงَ ุฑْุถِ ุจَุนْุฏَ ุงِุตَْูุง ุญَِูุง َูุง ุฏْุนُُْูู ุฎًَْููุง َّูุทَู
َุนًุง ۗ ุงَِّู ุฑَุญْู
َุชَ ุงِّٰููู َูุฑِْูุจٌ ู
َِّู ุงْูู
ُุญْุณَِِْููู
Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf surah ke 7: Ayat 56).
Umat Islam disarankan untuk ikut serta dalam usaha menjaga kelestarian bumi dan menunjukkan bahwa tindakan ini memiliki nilai ibadah. Selain itu, ajaran Islam juga mengingatkan agar kita menggunakan sumber daya alam dengan bijak dan tidak berlebihan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa: “Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abi Burdah, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman atau bercocok tanam lalu dimakan oleh burung, manusia, atau binatang melainkan baginya di dalamnya terdapat sedekah.” (HR. Bukhari no. 2.320).
C. Implementasi kepedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari
1. Implementasi kepedulian terhadap hewan dalam kehidupan sehari-hari
Kita tidak boleh menyakiti hewan dalam cara apapun, baik secara fisik maupun mental. Ini berarti kita tidak boleh memukul, menelantarkan, atau memperlakukan mereka dengan buruk. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita lakukan sehari-hari:
- Jangan memukul kucing atau anjing yang sedang berjalan.
- Jangan menyiksa hewan peliharaan kita.
- Laporkan tindakan kekerasan terhadap hewan kepada pihak berwenang.
- Hindari menggunakan hewan untuk hiburan yang menyakitkan, seperti sabung ayam.
Ketika kita melihat hewan yang lapar atau haus, kita sebaiknya membantu mereka dengan memberi makanan atau minuman. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita lakukan setiap hari:
- Memberi makan kucing atau anjing liar yang ada di sekitar rumah atau jalan.
- Menyediakan air minum untuk burung di halaman, terutama saat musim panas.
- Memastikan hewan peliharaan kita mendapatkan makanan dan minuman yang cukup dan baik.
Saat kita menggunakan hewan untuk bekerja atau mengangkut barang, kita harus memastikan bahwa beban yang mereka bawa sesuai dengan kemampuan mereka dan tidak menyakiti mereka. Contoh sehari-hari adalah:
- Jangan memaksa hewan peliharaan untuk berlatih terlalu keras.
- Jika kita menggunakan hewan sebagai alat transportasi (seperti delman), pastikan jumlah penumpang dan barang yang diangkut tidak melebihi kapasitas hewan tersebut.
Sebelum menyembelih hewan, kita harus menajamkan pisau dan memperlakukan hewan tersebut dengan baik. Jika kita perlu menyembelih hewan untuk dimakan, prosesnya harus dilakukan dengan cepat dan tanpa menyebabkan rasa sakit. Contoh yang bisa kita lihat sehari-hari adalah:
- Memastikan penyembelihan hewan kurban atau aqiqah dilakukan oleh orang yang berpengalaman dan sesuai dengan aturan Islam.
- Menggunakan pisau yang sangat tajam agar hewan tidak merasakan sakit terlalu lama.
Kita perlu menjaga lingkungan supaya tetap aman dan nyaman untuk berbagai jenis hewan. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita lakukan sehari-hari:
- Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di hutan atau tempat tinggal hewan.
- Dukunglah usaha untuk melestarikan hutan dan area perlindungan.
- Hindari berburu hewan secara ilegal atau merusak sarang mereka.
2. Implementasi kepedulian terhadap lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari
Kita bisa menerapkan 4R (Reduce, Reuse, Recycl, and Replace), yakni:
- Reduce (Mengurangi) artinya mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan sejak awal. Contoh: Membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.
- Reuse (Menggunakan Kembali) artinya memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi lain. Contoh: Menggunakan botol minum atau tempat makan yang bisa diisi ulang.
- Recycle (Mendaur Ulang) artinya mengolah sampah menjadi bahan atau produk baru. Contoh: Memanfaatkan kembali botol atau wadah bekas untuk keperluan lain.
- Replace (Mengganti) artinya mengganti barang sekali pakai dengan barang yang dapat digunakan berulang kali atau yang lebih ramah lingkungan. Contoh: Mengganti sedotan plastik dengan sedotan stainless steel atau bambu yang bisa dicuci dan digunakan kembali.
Islam mengajarkan untuk tidak bersikap berlebihan dan menggunakan sumber daya dengan bijak. Membuat sampah terlalu banyak dan tidak mengelolanya dengan baik adalah contoh dari kurangnya kebijaksanaan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ٰูุจَِْููۤ ุงٰุฏَู
َ ุฎُุฐُْูุง ุฒَِْููุชَُูู
ْ ุนِْูุฏَ ُِّูู ู
َุณْุฌِุฏٍ َُُّْููููุง َูุง ุดْุฑَุจُْูุง ََููุง ุชُุณْุฑُِْููุง ۚ ุงَِّููٗ َูุง ُูุญِุจُّ ุงْูู
ُุณْุฑَِِْููู
Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf surah ke 7: Ayat 31).
Selain itu, kita juga bisa menghemat penggunaan air dan energi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ุงَِّู ุงْูู
ُุจَุฐِّุฑَِْูู َูุง ُْููุۤง ุงِุฎَْูุง َู ุงูุดَّٰูุทِِْูู ۗ ََููุง َู ุงูุดَّْูุทُٰู ِูุฑَุจِّูٖ َُْูููุฑًุง
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’ surah ke 17: Ayat 27) .
Ayat di atas melarang kita untuk berperilaku boros, termasuk dalam penggunaan air dan energi. Kita diajarkan untuk menggunakan air dan listrik dengan bijak dan tidak menyia-nyiakannya. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita lakukan sehari-hari:
- Mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak sedang dipakai.
- Menggunakan air secukupnya saat mandi atau mencuci.
- Memperbaiki keran yang bocor agar tidak terbuang sia-sia.
- Memilih alat rumah tangga yang hemat energi.
Menanam pohon dan merawat tanaman sangat disarankan karena hal ini membawa keuntungan bagi lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan sehari-hari:
- Menanam pohon di halaman rumah atau ikut serta dalam kegiatan penghijauan.
- Merawat tanaman di rumah atau di sekitar lingkungan.
- Tidak merusak atau menebang pohon sembarangan.
Selain itu, menanam pohon termasuk dalam kategori sedekah jariyah, yaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Selama pohon tersebut masih memberikan manfaat, pahala akan terus mengalir kepada orang yang menanamnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1.631).
Bahkan, jika seseorang sedang menanam bibit pohon dan mendengar bahwa kiamat akan segera datang, maka ia tetap dianjurkan untuk menyelesaikan menanam bibit tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, "Jika Kiamat telah tegak, sedang di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit (kurma), jika ia mampu untuk tidak berdiri hingga ia menanamnya, maka tanamlah." (HR. Ahmad, Bukhari dalam Adabul Mufrad, dan Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 9).
Kerusakan di bumi terjadi karena tindakan manusia. Mencemari lingkungan merupakan salah satu bentuk kerusakan itu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ุธََูุฑَ ุงَْููุณَุง ุฏُ ِูู ุงْูุจَุฑِّ َูุง ْูุจَุญْุฑِ ุจِู
َุง َูุณَุจَุชْ ุงَْูุฏِู ุงَّููุง ุณِ ُِููุฐَُِْูููู
ْ ุจَุนْุถَ ุงَّูุฐِْู ุนَู
ُِْููุง َูุนََُّููู
ْ َูุฑْุฌِุนَُْูู
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum surah ke 30: Ayat 41).
Contoh Kegiatan Sehari-hari:
- Buanglah sampah di tempat yang telah disediakan.
- Jangan membakar sampah sembarangan karena dapat membuat udara menjadi kotor.
- Gunakan transportasi umum, bersepeda, atau jalan kaki untuk mengurangi gas buang dari kendaraan.
- Jangan buang limbah berbahaya sembarangan.
Prinsip Islam mendorong kita untuk memilih yang baik (thayyib) dan menjauhi yang buruk (khabith). Kita sebaiknya menghindari produk dan praktik yang merusak lingkungan. Usahakan untuk memilih barang-barang yang dihasilkan dengan cara yang ramah lingkungan dan mendukung bisnis yang berkelanjutan. Contoh sehari-hari meliputi:
- Memilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan atau mudah didaur ulang.
- Mendukung petani lokal yang menerapkan metode pertanian organik.
- Memilih produk yang memiliki label ramah lingkungan.
D. Hikmah dibalik ajaran kepedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar
1. Meneguhkan tauhid dan kesadaran akan kekuasaan Allah
Dengan mengamati keindahan, keunikan, dan keteraturan alam serta kehidupan hewan, kita semakin menyadari betapa hebatnya Allah dalam menciptakan segalanya. Merawat ciptaan-Nya adalah cara kita menghormati dan mengagungkan Sang Pencipta. Misalnya, kita bisa mengagumi keindahan berbagai jenis burung yang memiliki warna dan suara yang berbeda-beda, melihat bagaimana semut bekerja sama untuk mencari makanan, atau menyaksikan bagaimana ekosistem danau yang terjaga memberikan kehidupan bagi banyak makhluk. Semua ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah.
2. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad
Banyak hadits yang menjelaskan tentang cinta dan sikap baik Nabi Muhammad terhadap hewan dan lingkungan. Nabi Muhammad merupakan contoh terbaik bagi umat Islam. Mengikuti cara beliau dalam memperlakukan hewan dan menjaga lingkungan dengan baik menunjukkan cinta dan ketaatan kepada Rasulullah, yang dapat mendatangkan keberkahan dalam hidup kita. Misalnya, kita bisa meniru Nabi Muhammad dengan tidak menyakiti hewan, memberi makan hewan yang membutuhkan, dan menjaga kebersihan di sekitar rumah kita.
3. Mewujudkan keseimbangan dan harmoni di Bumi
Alam semesta diciptakan dengan keseimbangan yang sangat baik. Merawat hewan dan lingkungan kita penting untuk menjaga keseimbangan ini. Jika kita merusaknya, maka kita akan mengganggu harmoni alam, dan ini dapat berakibat buruk bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia. Misalnya, kita perlu menjaga hutan supaya tidak terjadi erosi dan banjir, tidak mencemari sungai agar kehidupan di dalamnya tetap aman, dan mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah perubahan iklim yang ekstrem. Semua tindakan ini membantu menjaga keseimbangan alam.
4. Menumbuhkan sifat kasih sayang dan empati
Berinteraksi dengan hewan dan alam bisa membangkitkan rasa cinta dan empati dalam diri kita. Menyaksikan penderitaan hewan atau kerusakan lingkungan seharusnya membuat kita tergerak untuk bertindak dan peduli. Misalnya, kita bisa merasa sedih ketika melihat hewan yang ditinggalkan dan ingin membantu mereka, atau merasa prihatin saat melihat hutan yang gundul dan ingin ikut serta dalam penanaman kembali pohon.
5. Menjaga kesehatan dan kesejahteraan manusia
Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan terjaga memiliki efek positif pada kesehatan fisik dan mental manusia. Lingkungan yang rapi, udara yang segar, dan ekosistem yang seimbang sangat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan kita. Merawat lingkungan juga berarti menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain. Misalnya, kita bisa merasakan kesegaran udara di taman yang terawat, makan makanan dari tempat yang sehat, dan terhindar dari penyakit akibat pencemaran.
6. Menunaikan amanah sebagai khalifah di Bumi
Sebagai khalifah, kita harus menjaga bumi dan semua makhluk yang ada di dalamnya. Merawat hewan dan lingkungan merupakan cara kita menjalankan tanggung jawab ini dengan baik. Misalnya, kita harus bertanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan sumber daya alam secara bijak, dan mendukung usaha pelestarian lingkungan. Semua ini adalah bagian dari tugas kita sebagai khalifah di bumi.
7. Meraih pahala dan keberkahan di Dunia dan Akhirat
Setiap kali kita peduli terhadap hewan dan lingkungan, sekecil apapun tindakan itu, Allah akan mencatatnya sebagai kebaikan dan memberi pahala. Ini menjadi investasi untuk kehidupan kita di akhirat nanti. Misalnya, kita bisa merasakan ketenangan hati dan kepuasan batin setelah menolong hewan yang sedang kesulitan, atau merasakan berkah dari lingkungan yang bersih dan indah.
E. Dampak negatif dari ketidakpedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar
1. Kerusakan ekosistem dan kehilangan keanekaragaman hayati
Ketika kita tidak menjaga lingkungan, seperti menebang hutan tanpa aturan atau mencemari sungai, kita merusak tempat tinggal bagi banyak hewan dan tumbuhan. Hal ini menyebabkan banyak spesies menjadi jarang atau bahkan punah. Kehilangan satu spesies bisa mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa contoh yang sering kita lihat sehari-hari:
- Populasi burung di kota semakin berkurang karena ruang hijau yang hilang. - Terumbu karang menjadi memutih dan rusak akibat polusi laut dan pemanasan global, yang mengancam kehidupan berbagai jenis ikan dan makhluk laut lainnya.
- Banjir dan tanah longsor terjadi lebih sering karena penebangan hutan yang berlebihan.
2. Peningkatan risiko bencana alam
Alam memiliki cara sendiri untuk menjaga keseimbangan. Ketika kita merusak alam, seperti menebang pohon atau mencemari udara, cara ini terganggu dan bisa menyebabkan bencana seperti banjir, kekeringan, badai yang lebih hebat, dan perubahan iklim yang tidak menentu. Berikut adalah beberapa contoh sehari-hari:
- Banjir besar yang terjadi di daerah dengan hutan yang telah rusak.
- Gelombang panas yang sangat ekstrem dan kekeringan yang berkepanjangan karena perubahan iklim.
- Tanah longsor yang terjadi di lereng yang tidak memiliki tanaman penahan.
3. Ancaman kesehatan manusia
Lingkungan yang kotor dan rusak dapat membuat kita sakit. Polusi udara dapat menyebabkan asma dan penyakit paru-paru. Air yang tidak bersih bisa menyebabkan diare dan masalah perut lainnya. Hilangnya beberapa hewan juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan oleh hewan (zoonosis). Berikut adalah contoh sehari-hari:
- Jumlah kasus penyakit pernapasan meningkat di kota-kota dengan polusi udara tinggi.
- Terjadinya wabah demam berdarah karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk akibat pengelolaan sampah yang buruk.
- Munculnya penyakit baru yang diduga berasal dari hewan karena kerusakan habitat alami mereka.
4. Ketidakadilan sosial dan ekonomi
Kerusakan lingkungan tidak hanya memengaruhi alam, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Contohnya, pencemaran sungai dapat menghilangkan pekerjaan nelayan dan petani. Deforestasi bisa membuat masyarakat adat kehilangan rumah dan cara hidup tradisional mereka. Berikut adalah beberapa contoh sehari-hari:
- Masyarakat pesisir yang kehilangan sumber penghasilan karena pencemaran laut dari limbah industri.
- Petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan atau banjir yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan.
- Terjadinya konflik agraria karena perebutan lahan dan sumber daya alam yang semakin berkurang.
5. Hilangnya nilai estetika dan rekreasi
Lingkungan yang indah membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi kita. Jika kita tidak menjaga dan membiarkan alam rusak, kita akan kehilangan tempat-tempat menakjubkan untuk berlibur, bersantai, dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Contoh sehari-hari yang bisa kita lihat adalah:
- Pantai yang kotor dengan banyak sampah sehingga tidak nyaman untuk dikunjungi.
- Hutan yang gundul dan tandus kehilangan daya tariknya sebagai tempat wisata alam.
- Sungai yang tercemar dan berbau tidak sedap sehingga tidak bisa digunakan untuk rekreasi air.
6. Pengingkaran terhadap amanah ini dan menunjukkan kurangnya rasa syukur
Saat kita merusak alam dan menyakiti hewan, kita tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga merusak nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri kita. Sikap acuh tak acuh menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap makhluk hidup lainnya yang diciptakan oleh Allah. Berikut adalah beberapa contoh sehari-hari:
- Kita merasa bersalah atau tidak nyaman saat melihat hewan diperlakukan dengan buruk atau ketika lingkungan terlihat rusak, meskipun kita tidak melakukan kerusakan itu secara langsung.
- Kita kehilangan rasa hormat terhadap alam dan ciptaan Allah karena sudah terbiasa melihat kerusakan di sekeliling kita.
F. Dampak positif dari peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar
1. Terjaganya keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati
Saat kita merawat lingkungan, kita juga melindungi tempat tinggal untuk berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Setiap spesies memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan menunjukkan kepedulian, kita membantu mencegah kepunahan dan memastikan ekosistem tetap berjalan dengan baik.
Contoh yang bisa kita lakukan sehari-hari adalah:
- Menjaga hutan dan lahan basah sebagai rumah alami bagi berbagai spesies.
- Menghindari penggunaan pestisida secara berlebihan yang dapat membunuh serangga penyerbuk penting seperti lebah.
- Mendukung usaha pelestarian hewan-hewan langka.
2. Mengurangi risiko bencana alam
Lingkungan yang kita jaga dengan baik dapat melindungi kita dari bahaya alam. Hutan yang rimbun menyerap air hujan, sehingga mencegah terjadinya banjir dan erosi tanah. Terumbu karang berfungsi untuk melindungi pantai dari gelombang besar. Berikut adalah beberapa contoh sehari-hari:
- Menanam pohon di bagian hulu sungai untuk menghindari banjir di hilir.
- Melestarikan hutan Mangrove agar pantai tetap aman dari abrasi dan tsunami.
- Mengelola tata ruang dengan memperhatikan daerah resapan air.
3. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia
Udara dan air yang bersih membuat kita lebih sehat. Lingkungan yang hijau dan indah memberi kita ketenangan dan membantu mengurangi stres. Makanan dari lingkungan yang sehat juga memiliki lebih banyak nutrisi. Contoh sehari-hari:
- Udara di kota-kota dengan banyak taman lebih bersih.
- Kasus penyakit akibat air kotor berkurang karena sanitasi yang baik.
- Menghabiskan waktu di alam terbuka bermanfaat untuk kesehatan mental.
4. Menciptakan keadilan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan
Kepedulian terhadap lingkungan membantu menjaga sumber daya alam agar tetap ada dan bisa digunakan oleh generasi mendatang. Hal ini juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan, seperti ekowisata dan pertanian organik. Contoh sehari-hari meliputi:
- Pengembangan ekowisata yang bertanggung jawab, yang memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat setempat tanpa merusak alam.
- Praktik pertanian berkelanjutan yang menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
- Penggunaan energi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang tidak dapat diperbarui.
5. Meningkatkan nilai estetika dan rekreasi
Lingkungan yang bersih dan indah memberikan kebahagiaan dan ketenangan. Taman yang terawat, pantai yang bersih, dan hutan yang lestari menjadi tempat yang menyenangkan untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Contoh sehari-hari:
- Menikmati keindahan taman kota yang rapi dan hijau.
- Berlibur di pantai yang terjaga kebersihannya.
- Mendaki gunung atau menjelajahi hutan yang alami.
6. Memperkuat nilai moral dan spiritual
Saat kita peduli, kita menunjukkan rasa terima kasih atas karunia Allah dan menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Perbuatan baik ini juga membersihkan hati kita dan meningkatkan spiritualitas. Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
- Merasakan kedamaian dan kebahagiaan setelah membantu hewan yang sedang kesulitan.
- Mendapatkan kepuasan batin karena ikut menjaga kebersihan lingkungan.
- Menyadari bahwa alam adalah ciptaan Allah yang perlu kita hormati dan lestarikan.
7. Menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk hewan
Kepedulian kita membantu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan baik bagi hewan untuk tinggal. Ini berarti kita harus memberikan makanan, air, tempat berlindung, serta melindungi mereka dari kekerasan dan eksploitasi. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa kita lakukan setiap hari:
- Mendirikan tempat penampungan untuk hewan-hewan terlantar.
- Merawat hewan peliharaan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
- Melindungi habitat alami hewan agar mereka bisa hidup dengan bebas dan aman.
Penutup:
Kepedulian terhadap hewan dan lingkungan merupakan bagian penting dari ajaran Islam dan menunjukkan ketaatan sejati seorang Muslim. Hewan adalah "umat" yang harus kita cintai, sementara lingkungan adalah "amanah" yang harus dijaga oleh manusia sebagai khalifah. Prinsip ini ditegaskan dengan larangan untuk melakukan kerusakan (fasad) dan pemborosan (israf).
Kepedulian ini dapat dilakukan melalui tindakan sehari-hari, seperti menerapkan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace), menghemat sumber daya, dan memberikan perlakuan yang baik (ihsan) kepada hewan, seperti memberi makanan dan tidak menyiksa mereka. Tindakan-tindakan ini membawa manfaat besar berupa penguatan tauhid, peningkatan kesehatan, serta pahala yang abadi. Sebaliknya, jika kita tidak peduli, hal itu bisa mengakibatkan bencana alam, kerusakan ekosistem, dan hukuman dari Allah.
Menanggapi kritik yang menyebut kepedulian terhadap lingkungan sebagai "Wahabi lingkungan", perlu ditekankan bahwa perhatian ini adalah ajaran universal bagi semua umat Islam dan bukan milik kelompok tertentu. Ini adalah pelaksanaan kewajiban syariat untuk mencegah mafsadah (kerusakan) dan mewujudkan maslahat (kebaikan umum). Mengabaikan alam berarti menolak amanah dan tidak layak sebagai khalifah di bumi. Kepedulian terhadap hewan dan lingkungan adalah tanggung jawab moral dan spiritual yang harus kita lakukan. Mari kita jadikan konservasi sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas segala ciptaan Allah.
Referensi:
1. Al-Qur'an
- Surah Al-An'am (6:38).
- Surah Ar-Rahman (55:7-9).
- Surah Al-Baqarah (2:30).
- Surah Al-Hujurat (49:13).
2. Kitab hadits
- Shahih Bukhari oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (Imam Bukhari).
- Shahih Muslim oleh Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi (Imam Muslim).
Sunan Tirmidzi oleh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi (Imam at-Tirmidzi).
3. Kitฤb tafsir
- Tafsir Ibnu Katsir oleh Ismail bin Umar bin Katsir al-Qursyi ad-Damasyqi (Ibnu Katsir).
- Tafsir Al-Mishbah oleh Muhammad Quraish Shihab.
4. Kajian Fiqh Al-Bi'ah Al-Islamiyyah
5. Sumber pendukung lain
- Sixth Assessment Report (AR6): Synthesis Report (Laporan utama tentang status dan mitigasi perubahan iklim global) oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) (Badan PBB) diterbitkan pada 2023 diterbitkan oleh World Meteorological Organization (WMO) & United Nations Environment Programme (UNEP)
- WHO Global Air Quality Guidelines: Particulate matter, ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide (Pedoman kualitas udara dan dampaknya pada kesehatan) oleh World Health Organization (WHO) diterbitkan pada tahun 2021
- Guidelines for Sustainable Land Management (Pedoman pengelolaan lahan berkelanjutan) oleh United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD).
6. Artikel
Penulis: Maulana Aditia
Komentar
Posting Komentar