Postingan

Mengembalikan Izzah Pendidik dan Meluruskan Pandangan Sesat Masyarakat

Gambar
Dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi krisis eksistensial yang serius, di mana profesi guru dianggap hanya sebagai pekerja administratif, penyedia hobi di zona nyaman, atau sekadar mesin pencetak ijazah. Sementara itu, masyarakat dengan mudah menghakimi dan meremehkan tugas mulia ini. Pandangan yang dangkal ini telah mengikis izzah (kemuliaan) para pendidik dan melupakan esensi bahwa mengajar adalah sebuah perjuangan niat, penataan adab, serta penghubung dalam rantai keilmuan untuk menyelamatkan akal umat dari kebodohan. Jika pandangan keliru ini dibiarkan terus berlanjut, maka akan melahirkan generasi yang kehilangan kompas moral. Oleh karena itu, perlu ada rekonsepsi mendasar mengenai syarat dan kualifikasi yang mutlak bagi seorang Murabbi, yang sangat mendesak untuk ditegakkan kembali. 1. Mempunyai akidah yang benar dan lurus (berakidah Ahlussunnah wal Jama'ah ) Akidah merupakan kompas dasar bagi seorang pendidik. Seorang guru tidak hanya mentransfer angka, te...

Satu koin dua sisi reorientasi arah dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia

Gambar
Islam hadir di dunia ini sebagai rahmatan lil 'alamin , sebuah panduan universal yang membawa kedamaian, keadilan, dan kebaikan bagi seluruh alam semesta. Perwujudan dari rahmat ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan diturunkan melalui dua instrumen utama yang menjadi pilar peradaban Islam yaitu perintah untuk menuntut ilmu dan kewajiban untuk mengajarkannya serta mengajak manusia ke jalan Allah. Melalui aktivitas pendidikan (ta'lim) dan seruan dakwah, nilai-nilai luhur syariat Islam dapat terwujud dan mengubah karakter manusia. Namun, kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan adanya anomali yang mengkhawatirkan. Terjadi sekularisasi terselubung yang memisahkan (dikotomi) secara tajam antara dunia dakwah dan institusi pendidikan Islam. Pendidikan saat ini sering terjebak dalam pragmatisme angka  hanya mengejar nilai akademis, kelulusan administratif, dan pemenuhan kebutuhan pasar industri tanpa memperhatikan internalisasi nilai-nilai spiritual. Di sisi lain, ...