Manifesto Guru Merdeka: Melawan Fitnah dengan Nalar, Melawan Ghibah dengan Karya
Dalam kehidupan sosial kita saat ini, kita sering melihat sebuah ironi yang besar yaitu gagasan tidak lagi dinilai berdasarkan kebenarannya, tetapi dari siapa yang mengatakannya. Kita hidup di dalam "masyarakat berlabel", di mana gelar resmi, latar belakang pendidikan, dan status sosial dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan saat berbicara. Fenomena ini bukan hanya masalah tata krama, tetapi juga merupakan bentuk kekerasan simbolis yang menghalangi kebebasan berpikir dan kemajuan peradaban. 1. Hegemoni simbol dan penyempitan makna intelektualitas Secara etimologis, istilah seperti " Ustadz ", "Guru", atau " Mu'alim " memiliki arti yang luas sebagai sebutan bagi siapa saja yang mengajarkan ilmu dan memberikan pencerahan. Namun, di masyarakat dengan tingkat membaca yang rendah, istilah ini mengalami penyederhanaan. Gelar yang seharusnya dihargai karena manfaat ilmu justru berubah menjadi tanda status sosial yang...