Amarah || lebih baik ditahan atau dilampiaskan ||


Melepaskan atau menahan amarah mempengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang dengan cara yang berbeda. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

A. Melampiaskan amarah 
1. Melampiaskan amarah membantu seseorang mengatakan apa yang menurutnya tidak pantas dan melakukannya untuk memperbaiki situasi atau hubungan. 

2. Melampiaskan amarah secara sembarangan bisa melukai perasaan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengungkapkan amarah dengan benar.

3. Melampiaskan kemarahan secara berlebihan dapat memicu masalah kesehatan seperti peningkatan risiko infeksi, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan mental seperti depresi.

B. Menahan amarah
1. Menahan amarah dapat meningkatkan kadar hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol. Peningkatan kadar hormon ini dapat memicu gangguan kesehatan seperti peningkatan risiko infeksi, penyakit kardiovaskular, dan gangguan mental seperti depresi.

2. Menahan amarah bisa menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Ini berarti Memerlukan lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi pikiran dan perasaan yang lebih dalam.

3. Menahan amarah bisa menyakiti diri sendiri.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menahan amarah tidak lebih baik daripada melepaskan amarah. Akan tetapi, tidak baik juga melampiaskan amarah secara sembarangan. Yang terbaik adalah mengetahui cara yang tepat untuk melampiaskan amarah Anda dan menghindari melampiaskannya secara berlebihan.

C. Cara melampiaskan amarah yang baik
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk melampiaskan amarah dengan baik:

1. Olahraga
Aktivitas fisik seperti olahraga bisa menjadi cara yang baik untuk melepaskan amarah. Olahraga dapat membantu melepaskan energi negatif dan meningkatkan mood.

2. Menulis
Menuliskan pemikiran dan perasaan anda dalam buku harian atau jurnal dapat membantu anda menemukan cara untuk mengurangi stres dan menenangkan emosi. Anda bisa membuat jurnal setiap hari atau kapan pun ingin mengungkapkan perasaan anda.

3. Mendengarkan musik
Mendengarkan musik dapat menenangkan emosi dan meningkatkan mood untuk mengekspresikan perasaan. Pilihlah lagu yang sesuai dengan suasana hati anda dan dapat menenangkan emosi anda.

4. Jalan-jalan
Pergi ke suatu tempat yang anda inginkan dapat membantu melepaskan energi negatif dan melupakan perasaan marah. Udara segar dan suasana damai mampu menenangkan pikiran.

5. Tidur
Tidur dapat menenangkan emosi dan menenangkan pikiran. Sebelum tidur, usahakan untuk menenangkan diri terlebih dahulu.

6. Menangis
Menangis dapat mengurangi stres dan meningkatkan mood. MENANGIS BUKAN BERARTI LEMAH. 

Penting untuk memilih cara yang baik untuk melampiaskan amarah agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. 

D. Cara menghindari melampiaskan amarah secara berlebihan
Berikut adalah beberapa cara menghindari melampiaskan amarah secara berlebihan:

1. Atur napas dan kendalikan pikiran
Saat anda mulai merasa marah, cobalah menarik napas panjang dan dalam lalu hembuskan perlahan. Ulangi sampai Anda merasa tenang dan rasa marah yang muncul mulai mereda. Berhitung  1 sampai 10 sambil bernapas juga bisa memberi anda waktu untuk menenangkan diri dan berpikir jernih.

2. Temukan alasan atau penyebab marah
Jika mengetahui alasan kemarahan anda, cobalah untuk mengungkapkannya dengan benar. Lupakan hal yang membuat marah dan jangan sampai menyimpan dendam atau membiarkan emosi yang muncul berlarut-larut.

3. Jangan memikirkan masalah secara berlebihan
Jangan terpaku pada masalah apalagi jika hal tersebut tidak dapat diubah. Hal ini dapat membantu mencegah perasaan marah menumpuk. 

4. kenali emosi Anda
Kenali emosi anda dan pahami apa yang membuat anda marah. Ini dapat membantu anda menemukan cara yang tepat untuk mengatasi perasaan marah.

5. Berdoa
Dalam keadaan marah, berdoalah sesuai keyakinan anda untuk menenangkan hati. Doa dapat membantu anda
mengendalikan emosi dan menguatkan dalam situasi sulit.

E. Adab marah dalam Islam
Berikut beberapa adab marah dalam Islam yang bisa diterapkan:

1. Berdoa
Dalam Islam terdapat salah satu doa yang dapat dibaca saat marah adalah "A'udzubillahi minasy syaitanirrajim"  artinya "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk".

2. Diam
Dengan tetap diam, bisa memberi diri anda waktu untuk menenangkan diri dan menghindari perkataan atau tindakan yang tidak diinginkan. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda: "Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

Rasulullah juga mengingatkan, "Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Posisikan tubuh lebih rendah
Memposisikan badan dapat membantu menunjukkan rasa hormat dan mencegah tindakan yang tidak diinginkan. Ini juga dapat membantu Anda menenangkan diri dan menghindari reaksi berlebihan. 

Rasulullah bersabda: "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

4. Berwudhu
Berwudhu bisa membantu menenangkan diri dan meredam emosi yang muncul. Ini juga dapat membantu membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Dari Urwah As-Sa'di, Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

5. Jangan marah kecuali karena Allah
Marah karena Allah merupakan sesuatu yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini dapat membantu menghindari kemarahan yang berlebihan dan mengarahkan kemarahan pada hal-hal yang benar-benar penting. Misalnya marah ketika menyaksikan perbuatan haram.

6. Kendalikan mulut dan tangan
Kendalikan mulut dan tangan Anda agar tidak melakukan tindakan atau perkataan yang tidak diinginkan. Hal ini dapat membantu untuk menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan menerapkan adab marah yang baik, dapat membantu untuk mengendalikan emosi dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan.

Penulis: Maulana Aditia 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jauhi suudzon dan tingkatkan husnudzon

Menjauhi syirik, khurafat, dan takhayul

Peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar