Pengaruh AI terhadap kehidupan manusia
Dunia teknologi berkembang pesat, dan salah satu inovasi paling menarik yang telah mengubah cara hidup kita adalah kecerdasan buatan atau disebut juga dengan AI (artificial intelligence). Teknologi ini telah menjadi arus utama di berbagai industri dan berdampak besar pada cara kita bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.
Lalu apa yang dimaksud dengan artificial intelligence? Bagaimana sejarahnya? Untuk apa artificial intelligence diciptakan? Apa sajakah jenis-jenisnya? Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan manusia? Itu semua akan kita bahas disini.
A. Pengertian artificial intelligence
artificial intelligence atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang biasanya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. AI mencakup kemampuan untuk belajar dan bernalar, menggeneralisasi, dan menyimpulkan makna. Contoh tugas yang menggunakan kecerdasan buatan termasuk pengenalan suara, visi komputer, terjemahan antar bahasa (alami), dan pemetaan input lainnya.
B. Sejarah perkembangan artificial intelligence
Sejarah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dimulai pada tahun 1940an dan 1950an, ketika para visioner seperti Alan Turing mulai memimpikan mesin yang mampu belajar. Pada tahun 1956, istilah “kecerdasan buatan” pertama kali muncul pada konferensi Dartmouth.
Pada tahun 1980an, kecerdasan buatan berkembang pesat dan dikenal sebagai “AI gelombang kedua”. Para ahli yang berjasa pada era ini antara lain David Rumelhart, Lotfi Zadeh, John Holland, Lawrence Fogel, Ingo Rechenberg, dan John Koza. Pada tahun 2017, kecerdasan buatan mengalami evolusi baru dengan diperkenalkannya teknologi Transformer, yang merevolusi bidang pemrosesan bahasa alami.
C. Tujuan artificial intelligence
Berikut adalah beberapa tujuan AI yang perlu diketahui:
1. Logika dan pemecahan masalah
Tujuan utama dari kecerdasan buatan adalah untuk memberikan kemampuan mengelola input dan menjelaskan output pada perangkat lunak. Para peneliti awalnya mengembangkan algoritma yang dapat memecahkan masalah dan memikirkan pengembangan logistik.
2. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
Kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di banyak bidang kehidupan, termasuk industri, layanan kesehatan, dan transportasi.
3. Meningkatkan Akurasi dan Keamanan
Kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan akurasi dan keselamatan di berbagai bidang seperti kedokteran dan keamanan.
4. Membuka peluang baru
Kecerdasan buatan membuka kemungkinan baru untuk menyelesaikan beban kerja secara otomatis dan penciptaan inovasi baru.
5. Meningkatkan kualitas hidup
Kecerdasan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempercepat waktu layanan, memperluas cakupan, dan menurunkan biaya perawatan kesehatan.
D. Jenis-jenis artificial intelligence
Berikut berbagai jenis AI yang dapat ditemukan:
1. Artificial Narrow Intelligence (ANI)
ANI disebut juga AI sempit atau AI lemah. ANI adalah kecerdasan buatan yang dirancang dengan kemampuan spesifik untuk melakukan perintah tertentu. Contohnya adalah asisten virtual Siri pada perangkat iOS.
Misalnya, pengkodean bahasa alami untuk kecerdasan buatan adalah jenis kecerdasan yang sempit, karena dapat mengenali dan merespons perintah suara, namun tidak dapat melakukan tugas lain selain itu.
2. Artificial General Intelligence (AGI)
AGI adalah kecerdasan buatan yang mampu meniru kecerdasan manusia secara keseluruhan. AGI dapat melakukan pekerjaan secara mandiri walaupun tanpa bimbingan manusia. Jenis AI yang sedang tren saat ini, seperti model AI ChatGPT.
3. Artificial Superintelligence (ASI)
ASI adalah kcerdasan buatan yang mempunyai kemampuan super yang jauh melebihi kemampuan manusia dalam memecahkan masalah.
4. Reactive Machine
Reactive machine adalah Mesin yang secara otomatis dapat bereaksi dan mengenali situasi dalam kondisi berbeda. Contoh penggunaan kecerdasan buatan adalah ketika superkomputer IBM menciptakan mesin catur.
5. Limited Memory AI
Limited Memory AI adalah kecerdasan buatan berdasarkan ingatan dan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan di masa depan. Contoh penerapan kecerdasan buatan pada jenis limited memory adalah sudah adanya aplikasi kendaraan yang menggunakan teknologi self-driving yaitu mobil pengganti jalan matic. Keputusan-keputusan di masa depan ini bersifat jangka pendek dan tidak akan pernah disimpan secara permanen.
6. Theory of Mind AI
Mesin jenis ini memiliki kecerdasan emosional untuk mengingat perasaan dan perilaku manusia sambil mengumpulkan informasi dari interaksi manusia. Orang ini juga mampu mengambil keputusan yang tepat sebagai manusia.
7. Self Aware
Self aware merupakan tingkat kecerdasan buatan yang paling tinggi, dimana suatu sistem mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap sesuatu dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kesadaran diri.
Mesin yang kesadaran diri sangat mampu memahami lingkungan sekitarnya dan mengumpulkan data untuk menarik kesimpulan tentang emosi orang lain. Sejauh ini, belum ada pengetahuan yang memungkinkan kita menciptakan mesin atau kecerdasan dengan kemampuan mengenali diri sendiri.
8. Symbol-Manipulating AI
Symbol-Manipulating AI adalah kecerdasan buatan yang bekerja dengan simbol-simbol abstrak. Informasi diproses dari atas dan diubah menjadi simbol, sehingga menghasilkan simbol yang dapat dibaca oleh pengguna atau pemrogram sistem. Hubungannya bersifat abstrak dan kesimpulannya logis.
9. Neural AI
Neural AI dikenal sebagai jenis kecerdasan buatan yang paling populer di kalangan ilmuwan komputer pada akhir tahun 80an. Neural AI dapat menyajikan informasi ke neuran buatan dan koneksinya seperti otak yang direkonstruksi.
10. Neural Networks
Neural Networks disusun dalam lapisan-lapisan yang dihubungkan satu sama lain secara simulasi. Lapisan paling atas merupakan lapisan input yang berfungsi sebagai sensor. Sensor menerima data untuk memprosesnya dan mengirimkannya ke sistem.
Setiap jenis AI memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi seperti pengenalan wajah, penerjemahan bahasa, dan pengambilan keputusan.
E. Cara kerja artificial Intelligence
Berikut adalah beberapa cara kerja kecerdasan buatan (AI):
1. Mengumpulkan data
Kecerdasan buatan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti sensor, perangkat lunak, dan manusia.
2. Memproses data
Setelah mengumpulkan data, AI memproses data menggunakan algoritma cerdas untuk mengidentifikasi pola dan tren.
3. Pembelajaran mesin
Menggunakan pembelajaran mesin untuk meningkatkan peluangnya. Pembelajaran mesin adalah teknik yang digunakan kecerdasan buatan untuk mempelajari pola dan tren dari data tertentu.
4. Pengambilan keputusan
Setelah memproses data dan mempelajari pola serta tren, AI dapat mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi.
5. Interaksi manusia
Kecerdasan buatan dapat berinteraksi dengan manusia melalui antarmuka seperti suara atau teks.
6. Pengolahan bahasa alami
Kecerdasan buatan dapat memproses bahasa alami dan memahami arti dari kata-kata yang digunakan.
7. Pengenalan gambar dan suara
Kecerdasan buatan dapat memproses gambar dan suara untuk mengenali objek atau suara yang diberikan
F. Penerapan artificial intelligence dalam kehidupan sehari-hari
Berikut beberapa contoh penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari:
1. Asisten virtual
Asisten virtual seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant dapat membantu berbagai tugas, seperti mencari informasi, mengatur jadwal, dan membaca pesan.
2. Chatbot
Chatbot seperti ChatGPT dapat membantu berbagai tugas seperti mencari informasi, mencari ide, dan mencari sumber tugas akademik.
3. Search Engine
Mesin pencari seperti Google menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan hasil pencarian yang lebih akurat dan relevan.
4. Media Sosial
Situs media sosial seperti Facebook dan Instagram menggunakan AI untuk menampilkan konten yang relevan dan menyesuaikan iklan dengan preferensi pengguna.
5. Mobil Self-Driving
Mobil self-driving menggunakan AI untuk mengambil keputusan perjalanan di rute berikutnya.
6. Pengobatan Kanker dengan Terapi Gen
Kecerdasan buatan digunakan dalam pengobatan kanker melalui terapi gen untuk mempercepat proses pengobatan.
7. Robot untuk operasi bedah
Robot menggunakan AI untuk membantu prosedur pembedahan dan mempercepat proses penyembuhan.
8. Diagnosis Penyakit Menggunakan Citra Medis
AI digunakan dalam diagnosis penyakit menggunakan citra medis untuk meningkatkan akurasi diagnosis.
9. Pemantauan jarak jauh terhadap kondisi pasien
Kecerdasan buatan digunakan untuk memantau kondisi pasien dari jarak jauh guna mempercepat waktu layanan dan memperluas jangkauan.
10. Pemberian obat dengan dosis yang benar
Kecerdasan buatan digunakan untuk memberikan obat dengan dosis yang tepat untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko kesalahan.
11. Pendeteksian Dini Penyakit Menular
Kecerdasan buatan digunakan dalam deteksi dini penyakit menular untuk mencegah penyebaran penyakit.
12. Pemantauan Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
Kecerdasan buatan digunakan untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin guna mempercepat waktu pelayanan dan memperluas jangkauan.
13. Filter Instagram
Filter Instagram menggunakan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan filter dengan wajah pengguna. Maka dari itu, jangan mudah terpesona dengan foto cogan dan cecan di Instagram karena bisa jadi itu karena filter.
G. Pengaruh artificial intelligence terhadap kehidupan manusia
Kecerdasan buatan (AI) telah banyak mengubah dunia dan merambah ke berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari transportasi hingga perawatan kesehatan, komunikasi hingga manufaktur. Pengaruh kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia sangat kompleks dan luas jangkauannya.
Kecerdasan buatan (AI) mempunyai banyak pengaruh positif terhadap kehidupan manusia. Berikut beberapa di antaranya:
1. Efisiensi dan produktivitas
Kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di banyak bidang kehidupan, termasuk industri, kesehatan, transportasi, dan banyak lainnya.
Mesin yang dilengkapi kecerdasan buatan dapat melakukan tugas yang memakan waktu dan berulang dengan cepat dan akurat, sehingga menghemat waktu dan sumber daya manusia untuk fokus pada tugas yang memerlukan kecerdasan dan kreativitas manusia.
2. Kemajuan dalam bidang kesehatan
Kecerdasan buatan memiliki potensi besar di bidang kesehatan. Dalam diagnosis medis, AI dapat menganalisis data medis dan memberikan diagnosis yang lebih cepat dan akurat. Kecerdasan buatan juga dapat membantu dalam pengembangan obat baru, pemantauan pasien, dan pengobatan yang lebih individual dan tepat sasaran.
3. Peningkatan Keamanan
Kecerdasan buatan dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja di industri transportasi, AI dapat digunakan dalam sistem mengemudi otonom untuk mengurangi risiko kecelakaan. Dalam keamanan cyber, kecerdasan buatan dapat membantu mendeteksi ancaman dan melindungi data sensitif.
4. Kemudahan dan kenyamanan
Berkat kecerdasan buatan, kita bisa menikmati berbagai kenyamanan dan kemudahan sehari-hari. Asisten virtual seperti Siri, Google Assistant, dan Alexa dapat membantu menjawab pertanyaan, mengatur jadwal, dan menyelesaikan tugas sederhana lainnya. Perangkat rumah pintar yang didukung kecerdasan buatan juga dapat mengotomatiskan berbagai tugas rumah tangga, seperti mengatur suhu ruangan, pencahayaan, dan sistem keamanan.
5. Pengurangan biaya
AI dapat membantu mengurangi biaya di industri seperti layanan kesehatan dan manufaktur. Kecerdasan buatan dapat digunakan, misalnya, di sektor kesehatan untuk mengurangi biaya dan waktu pengembangan obat.
Namun penggunaan kecerdasan buatan juga memiliki pengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Berikut beberapa di antaranya:
1. Hilangnya beberapa pekerjaan
Kecerdasan buatan dapat menggantikan pekerjaan manusia di industri seperti manufaktur, transportasi, dan perawatan kesehatan. Hal ini dapat menyebabkan pengangguran massal dan ketidakstabilan ekonomi.
2. Bias dan diskriminasi
Algoritme AI dapat bersifat bias dan diskriminatif, sehingga menyebabkan perlakuan tidak adil terhadap kelompok orang tertentu. Misalnya, teknologi pengenalan wajah terbukti kurang akurat dalam mengidentifikasi orang dengan warna kulit lebih gelap.
3. Risiko perlindungan dan keamanan data
Kecerdasan buatan dapat membahayakan privasi dan keamanan, terutama jika melibatkan informasi pribadi. Misalnya, sistem pengawasan yang didukung AI dapat melacak orang tanpa persetujuan mereka.
4. Kerusakan lingkungan
Kecerdasan buatan dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan karena menggunakan banyak energi. Misalnya, pembelajaran mendalam dalam pemrosesan bahasa alami memiliki jejak karbon yang sangat besar karena energi yang dibutuhkan untuk perangkat keras.
5. Kurangnya transparansi
Algoritme AI bisa jadi rumit dan sulit dipahami, sehingga menyebabkan kurangnya transparansi dan akuntabilitas.Hal ini dapat mempersulit identifikasi dan mengatasi permasalahan seperti bias dan diskriminasi.
Penting untuk mempertimbangkan dampak negatif ini dan memastikan bahwa pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan dipandu oleh prinsip-prinsip etika.
H. Bisakah hidup manusia tanpa artificial intelligence di era modern?
Ada kemungkinan manusia saat ini bisa hidup tanpa kecerdasan buatan (AI). Namun dampaknya sangat besar terhadap kehidupan kita sehari-hari. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Ketergantungan pada artificial intelligence
Kecerdasan buatan telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari dan akan sulit bagi kita membayangkan hidup tanpanya. Menurut Mathew Kibby, VP di Sage, "Jika kita menghilangkan AI dari dunia seperti yang kita kenal sekarang, saya tidak yakin manusia akan tahu cara mengatasi pekerjaan dan kehidupan".
2. Keterbatasan artificial intelligence
Meskipun kecerdasan buatan memiliki banyak kelebihan, kecerdasan juga memiliki keterbatasan dan beberapa tugas yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Misalnya, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pemikiran kritis tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.
3. Efisiensi lebih rendah
Tanpa artificial intelligence, beberapa tugas membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan dan risiko kesalahan lebih besar. Misalnya, tugas seperti analisis data dan pengkodean akan memakan waktu lebih lama tanpa kecerdasan buatan.
4. Biaya lebih tinggi
Tanpa artificial intelligence, beberapa tugas akan memerlukan lebih banyak sumber daya, sehingga menyebabkan biaya lebih tinggi. Misalnya, tugas-tugas seperti meninjau dokumen di sektor hukum akan memerlukan lebih banyak waktu dan sumber daya tanpa kecerdasan buatan.
Penutup:
Meskipun saat ini manusia dapat hidup tanpa kecerdasan buatan, hal ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan kita sehari-hari dan sumber daya tanpa kecerdasan buatan. Kita bergantung pada kecerdasan buatan dan kecerdasan buatan telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, beberapa tugas hanya dapat dilakukan oleh manusia, dan tanpa AI, beberapa tugas akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan dan membutuhkan lebih banyak sumber daya.
Sekian dari penulis mohon maaf bila ada kekeliruan dan kurang-lebih nya. Terimakasih.
Penulis: Maulana Aditia
Komentar
Posting Komentar