Kisah 3 Orang Terjebak di Dalam Gua
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menceritakan kisah yang berasal dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Bahwasanya Ibnu Umar, mendengar Rasulullah bercerita tentang 3 pria yang terjebak di dalam sebuah gua dikarenakan pintu gua tertutup batu besar. Bagaimana kisah lengkapnya? Apakah 3 pria tersebut selamat? Berikut kisahnya.
Diceritakan pada zaman dahulu, terdapat 3 pria yang melakukan safar, suatu ketika mereka berniat untuk istirahat sejenak di sebuah Gua. Tiba-tiba terdapat batu besar yang menggelinding ke arah Gua yang mereka tempati dan menutup pintu Gua tersebut. Mereka dengan sekuat tenaga menggeser posisi batu tersebut namun gagal.
Salah satu diantara mereka mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka kecuali pertolongan dari Allah, dan kemudian mereka satu persatu berdoa kepada Allah dengan perantara amal Sholeh mereka.
Salah seorang pria diantara mereka berdoa " Ya Allah, dahulu aku mempunyai orang tua, seorang istri, dan anak-anak yang masih kecil, aku hidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Saat selepas menggembalakan ternak, aku peraskan susu untuk orang tuaku terlebih dahulu kemudian aku peraskan susu untuk ku berikan kepada anakku.
Suatu ketika, aku pulang pada sore hari dikarenakan tempatku menggembalakan ternak jauh. Sesampainya di rumah kudapati Orang tuaku tertidur pulas, kemudian aku peraskan susu untuk kedua orang tuaku seperti biasanya dan ku bawa ke kamar orang tuaku, aku berdiri dideKatnya tanpa membangunkan mereka. Sementara itu, anak-anakku berkerumun di kakiku meminta minum karena mereka sangat lapar.
Tetapi aku tidak ingin memberikan susu tersebut kepada mereka sebelum aku berikan kepada orang tuaku. Saat fajar tiba orang tuaku baru terbangun dan aku pun meminumkan susu tersebut ke orang tuaku dan aku melakukan semua itu dengan hanya mengharap ridho darimu. Ya Allah jika engkau ridho dengan apa yang lakukan tersebut maka bukalah pintu Gua ini". Dan batu yang menutupi pintu Gua tersebut sedikit terbuka.
Setelah mengetahui hal itu, salah satu diantara mereka juga mengikuti apa yang dilakukan oleh temannya. Pria kedua berdoa " Ya Allah, aku pernah jatuh cinta dengan putri pamanku. Suatu ketika aku mengajaknya untuk berzina, tetapi ia menolak ajakanku tersebut. Aku pun bersusah payah untuk mendapatkan uang agar aku bisa melakukan niat bejatku itu dan terkumpullah uang 100 Dinar lalu aku berikan uang itu kepadanya.
Ketika aku hendak menggaulinya, tiba-tiba ia berkata:"wahai hamba Allah takutlah kepada Allah dan jangan kamu menggauliku sebelum kau menghalalkanku" kemudian aku bangkit dan meninggalkannya. Ya Allah sesungguhnya engkau tahu bahwa aku melakukan hal itu karena mengharapkan ridho darimu, oleh karena itu, bukakanlah pintu Gua ini untuk kami". Dan pintu Gua tersebut sedikit terbuka, namun mereka masih belum bisa keluar.
Setelah itu pria terakhir diantara mereka pun mencoba hal yang sama. Pria ketiga berdoa " Ya Allah, aku dahulu pernah memperkerjakan seseorang untuk mengerjakan ladangku, setelah orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya ia meminta haknya padaku namun aku tidak memberikan haknya hingga orang tersebut merasa jengkel. Setelah itu aku menggarap sendiri ladangku hingga hasilnya aku kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji penggembalanya.
Beberapa lama kemudian, orang yang dahulu haknya tidak kuberikan datang kepadaku dan berkata
"takutlah kamu pada Allah dan janganlah berbuat zalim terhadap hak orang lain!" Lalu aku berkata kepada orang itu "pergilah dan ambilah semua sapi-sapi itu kepada penggembalanya" orang itu berkata lagi "kau jangan menghinaku" aku menjawab "aku menghinamu, semua sapi-sapi itu beserta para penggembalanya".
Lantas orang tersebut paham apa yang ku maksud dan pergi membawa sapi-sapi tersebut beserta penggembalanya. Ya Allah, engkau mengetahui jika aku ridho terhadap apa yang aku lakukan dahulu semata-mata hanya mencari ridho darimu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu Gua yang masih belum terbuka. Akhirnya seluruh bagian pintu Gua tersebut terbuka dari batu yang menutupinya.
Hikmah yang dapat diambil dari kisah diatas adalah ;
1.) Amal Sholeh yang kita lakukan dengan mengharap ridho dari Allah suatu saat nanti akan menolong kita atas izin Allah.
2.) Berbakti kepada orangtua merupakan hal yang harus kita prioritaskan.
3.) Kita harus berani keluar dari dosa besar.
4.) Kita harus berbuat Ihsan kepada para pekerja yang bekerja kepada kita, dengan membayar gaji mereka.
Baca juga: Berbuat Ihsan kepada Allah dan ciptaannya
Penulis : Maulana Aditia
Komentar
Posting Komentar