Jangan berdebat dengan orang bodoh
Dalam dinamika kehidupan sehari-hari, seringkali kita menjumpai situasi dimana kita ingin debat atau diskusi dengan orang lain. Namun terkadang berdebat dengan seseorang yang dianggap kurang berpengetahuan atau kurang masuk akal bisa menjadi kontraproduktif. Artikel ini membahas alasan mengapa berdebat dengan orang bodoh mungkin tidak bijaksana, dan menyajikan cara komunikasi alternatif yang lebih konstruktif.
A. Pengertian debat
Debat dapat dipahami sebagai suatu strategi dalam argumentasi atau adu gagasan yang tujuannya adalah agar pendapat kita mampu mematahkan pendapat lawan dan sebaliknya lawan tidak dapat mematahkan pendapat kita. Ada juga yang mengatakan bahwa perdebatan adalah tentang mengajukan usulan dan pembelaannya. Sedangkan menurut KBBI, debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.
B. Tujuan debat
Berikut adalah tujuan debat secara luas:
1. Menumbuhkan contoh kasus dengan disertai pendapat sebagai pendukung. Kunci sukses menyusun kasus dalam debat adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan dasar, yakni 4W + 1H.
2. Mengetahui kasus yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.
3. Dapat melatih menemukan argumen berdasarkan informasi yang kuat dan akurat.
4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar menerima dan menyetujui argumen yang diajukan.
5. Sebagai cara untuk mendemonstrasikan, meningkatkan dan mengembangkan komunikasi lisan.
C. Fungsi debat
Debat mempunyai beberapa fungsi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari diantaranya fungsi debat ialah
1. Mengembangkan keterampilan komunikasi untuk mengungkapkan pendapat mengenai sebuah kasus baik pro maupun kontra.
2. Mengembangkan keterampilan analitis terkait dengan kemampuan mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan lawan bicara dalam suatu perdebatan.
3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara masuk akal melalui bahasa dan gerak tubuh yang sopan.
4. Menjadi perangsang keterampilan berpikir kritis.
Baca juga:Ayo berpikir kritis
5. Merangsang penelitian terhadap topik kontroversial.
6. Memahami dan menemukan aspek positif dan negatif dari suatu masalah.
7. Belajar berpikir analitis dan sistematis.
8. Belajar untuk menyampaikan hasil pemikiran kepada orang lain.
9. Meningkatkan rasa percayalah 8pdiri.
10. Mampu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
D. Unsur-unsur debat
Debat memiliki beberapa unsur penting, sebagai berikut:
1. Topik atau persoalan yang dibahas
Debat tanpa topik atau persoalan ibarat makanan tanpa bumbu, rasanya tidak enak. Debat dapat diadakan ketika suatu pokok bahasan atau topik diangkat dan dibicarakan. Istilah topik yang diusulkan disebut juga mosi.
2. Tim pro
Peran tim pro adalah menyampaikan pendapat atau argumen untuk mendukung usulan. Peran tim pro sangatlah wajib karena mereka akan melawan tim kontra.
3. Tim kontra
Peran tim kontra sendiri untuk menyatakan ketidaksepakatan atau pendapat yang isinya menolak usulan dengan menyanggah argumen dari tim pro.
4. Pihak netral
Dalam sebuah perdebatan, dibutuhkan pihak-pihak yang netral untuk mendukung dan menyemangati kedua belah pihak, baik yang pro maupun kontra. Seperti namanya, pihak netral tidak bisa mendukung salah satu tim.
5. Moderator
Peran moderator adalah memandu debat sedemikian rupa sehingga mengikuti tata cara dan mengarahkan pada topik debat agar tidak menyimpang dari pembahasan.
6. Notulen atau penulis
Kegiatan debat memerlukan seseorang yang tugasnya mencatat seluruh pendapat tim pro, tim kontra, moderator dan pihak netral yaitu notulen. Pada dasarnya tugas notulen adalah menuliskan kesimpulan debat. Namun pernyataan, kesimpulan akhir, mosi, dan apa yang disampaikan oleh para pihak yang berdebat juga dicatat.
Beberapa unsur debat di atas harus dipenuhi dalam suatu kegiatan debat. Setiap unsur mempunyai tugas dan perannya masing-masing yang sama pentingnya. Unsur debat ini sangat diperlukan apabila ingin menghasilkan sesuatu melalui kegiatan debat. Unsur-unsur di atas tidak termasuk unsur teknis tambahan. Misalnya pengelolaan media seperti layar presentasi, komputer atau laptop, microphone dan masih banyak lagi unsur teknis lainnya.
E. Ciri-ciri debat
Berikut merupakan ciri-ciri debat:
1. Terdapat adu pendapat dan argumen dengan tujuan mempertahankan dan memenangkan suatu argumen.
2. Ada sesi tanya jawab yang bertujuan untuk membantah atau mematahkan klaim lawan.
3. Dalam debat pro dan kontra adalah yang utamakan.
4. Kedua tim saling mempertahankan pendapat atau klaim.
5. Pemenang dapat ditentukan melalui keputusan juri atau melalui pemungutan suara dari juri.
6. Setiap kali terjadi debat maka diperlukan mediator atau biasa disebut moderator.
7. Ikuti prosedur dan aturan debat yang dirancang untuk melindungi dan mempertahankan argumen dari kedua belah pihak.
Dari ciri-ciri debat di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua orang debat, seorang moderator dan seorang juri, atau dengan penunjukan juri khusus, jika itu adalah kompetisi debat.
F. Jenis-jenis debat
Berikut merupakan jenis-jenis debat:
1. Debat parlementer
Debat parlementer merupakan debat yang bertujuan untuk mendukung pengembangan, evaluasi, dan pengesahan suatu undang-undang. Debat parlementer ini lebih bersifat formal dan bersifat pemerintahan, sehingga aturan dan prosedur yang berlaku lebih ketat.
2. Debat untuk pemeriksaan ulang
Debat untuk pemeriksaan ulang adalah debat yang bertujuan untuk mencari kebenaran dari pemeriksaan sebelumnya. Biasanya banyak pertanyaan yang saling terkait dalam debat ini. Pertanyaan yang diajukan tidak lebih untuk memperkuat si penanya.
3. Debat formal konvensional atau debat pendidikan
Debat edukatif ini dimaksudkan untuk kepentingan kedua belah pihak. Dalam praktiknya, debat jenis ini bersifat kompetitif karena bertujuan untuk mengembangkan pola pikir dalam menyampaikan pendapat dan pada akhirnya mengembangkan keterampilan para pendebat. Walaupun disebut, debat konvensional namun debat edukatif mempunyai proses yang tetap memenuhi unsur-unsur debat.
G. Struktur debat
Debat mempunyai struktur yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
1. Pengenalan topik persoalan
Pengenalan topik pembahasan yang menarik merupakan suatu topik atau persoalan yang masih menjadi kontroversi di masyarakat. Jika topiknya bukan berasal dari sesuatu yang masih kontroversial di masyarakat, maka pembahasannya tidak menarik dan penonton debat kurang bersemangat.
2. Rangkaian argumen
Rangkaian argumen adalah ketika kedua kelompok menyajikan informasi dan fakta yang berguna untuk mendukung argumen pihak yang berargumentasi. Argumen itu sendiri dicirikan oleh fakta bahwa argumen tersebut harus relevan, sistematis, jelas, logis, dan disertai bukti.
3. Kesimpulan atau penegasan ulang
Penegasan ulang atau biasa kita sebut dengan kesimpulan. Kesimpulan terdapat fungsi yang bertujuan untuk membuat pernyataan akhir, pernyataan akhir yang menegaskan bahwa bantahan atau pendapat pro ataupun kontra.
Struktur debat di atas memberikan pemahaman dan manfaat bahwa debat memang memerlukan pengetahuan yang luas. Pengetahuan yang luas menjadikan kualitas pembahasan yang disajikan solid dan kuat.
H. Panduan pelaksanaan debat bagi pemula
Berikut panduan pelaksanaan bagi pemula untukmelakukan debat:
1. Mengembangkan pokok atau topik yang diusulkan.
2. Bentuklah tiga kelompok yang terdiri dari kelompok pro, kontra dan netral.
3. Setiap kelompok memiliki ketua dan wakil sebagai juru bicara selama debat.
4. Duduk menghadap juru bicara pihak lawan.
5. Dalam satu kelompok boleh lebih dari dua orang.
6. Setiap kelompok mengemukakan asumsi atau alasannya sebelum debat dimulai.
7. Selama debat, peserta lain dapat mencatat isi argumen, pertanyaan atau calon sanggahan.
8. Di akhir debat, tidak wajib untuk menyatakan pemenang. Notulen hanya menyampaikan hasil dan kesimpulan debat.
I. Tata cara debat
Tata cara debat mempunyai beberapa poin yang perlu diperhatikan, diantaranya:
1. Penyampaian pernyataan atau keberatan dilakukan secara profesional. Maksud dari profesional tidak menyinggung perasaan orang dan tidak menyinggung orang secara pribadi.
2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, pendapat atau argumentasinya dalam debat disampaikan dengan bahasa yang lancar, tanpa gagap. Argumen juga harus didasarkan pada analisis kritis, sintesis dan retorika.
3. Selalu perhatikan klaim atau bantahan lawan. Selalu pelajari kelemahan dan kelebihan lawan. Tujuannya adalah untuk dapat menentukan strategi ofensif dan defensif yang tepat.
4. Dengarkan pendapat berdasarkan logika, bukan emosi, agar tetap rasional dan tidak mengalami kesalahan berpikir.
5. Menyajikan materi secara akurat dan berdasarkan informasi dan fakta.
6. Sesuatu yang dikomunikasikan dalam debat data harus valid, harus ada bukti yang memperkuat pendapat tersebut.
J. Etika debat
Berpendapat atau berargumentasi di hadapan banyak orang memerlukan etika, sehingga perdebatan seolah-olah merupakan suatu kegiatan intelektual. Etika harus dijadikan titik tolak, karena banyak orang yang ikut berdiskusi. Menjaga etika berarti menghormati semua orang. Berikut 4 etika debat yang penting:
1. Bertanya dengan serius
Hal ini penting karena dapat membuat responden memberikan jawaban sepenuh hati dan membuat si penanya senang. Hal-hal yang tidak serius bisa merusak suasana debat yakni membuat debat semakin memanas.
2. Tidak menyinggung kekurangan fisik
Dalam sebuah debat, wajar jika kedua belah pihak saling emosional. Karena adanya pertarungan komunikasi verbal, maka tidak boleh ada pihak yang melakukan komunikasi verbal yang dapat melukai perasaan lawan bicara dengan membicarakan masalah pribadi.
3. Bicara dengan data dan fakta
Debat tersebut mengajarkan bahwa apa yang keluar dari mulut memerlukan tanggung jawab. Oleh karena itu, segala sesuatu yang disampaikan dalam suatu percakapan harus berdasarkan data dan fakta. Argumen yang didasarkan pada data yang dibuat-buat sangat dihindari karena argumen tersebut benar-benar menunjukkan bahwa pihak yang berargumentasi berperilaku buruk. Selain itu, penggunaan informasi dan fakta yang valid akan mencegah pendebat menyerang lawannya.
4. Patuhi aturan main
Etika debat yang terakhir dan tak kalah penting adalah mengikuti aturan dan prosedur debat Ini karena aturan debat berbeda.
K. Siapakah yang dimaksud orang bodoh?
Yang perlu dihindari dalam berdebat adalah berdebat dengan orang bodoh. Siapakah yang dimaksud orang bodoh? Orang bodoh adalah seseorang yang suka mengganggu orang lain dengan ucapan yang menghina, mengejek, dan memfitnah. Tidak perlu berurusan atau mengurus orang bodoh seperti itu. Jangan biarkan mereka mengisi ruang hidup dan pikiran kita. Dunia terlalu mudah sibuk untuk bereaksi terhadap hal-hal seperti itu. Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan berurusan dengan orang-orang bodoh. Misalnya membalas kejahatan dengan kejahatan atau hal serupa lainnya.
Orang bodoh bukan berarti tidak berpendidikan. Bahkan orang dengan gelar doktor pun bisa menjadi bodoh. Karena kebodohan tidak ada hubungannya dengan gelar dan ijazah. Kebodohan erat kaitannya dengan moralitas. Jika seseorang menuruti hawa nafsunya dan tidak mampu mengendalikan pikirannya, yang bermanifestasi sebagai perilaku buruk, maka ia adalah orang bodoh, meskipun ia mempunyai ijazah banyak.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْٓءَ بِجَهَا لَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُ ولٰٓئِكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Artinya:"Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' surah ke 4: Ayat 17)
Oleh karena itu, orang bodoh adalah orang yang tidak menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Selama dia melakukan perbuatan maksiat, dia bodoh. Kebodohan akan akhirat dan kebodohan akan surga dan neraka menyebabkan ia terjerumus dalam maksiat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ عَمِلُوا السُّوْٓءَ بِجَهَا لَةٍ ثُمَّ تَا بُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَ صْلَحُوْۤا ۙ اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:"Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."(QS. An-Nahl surah ke 16: Ayat 119)
Selain itu Syekh Burhanuddin Ibrahim Az-Zarnuji Al-Hanafi menjelaskan dalam kitabnya Ta'lim al-Muta'allim bahwa orang yang mencari ilmu harus mencari keridhaan Allah, mencari kebahagiaan di akhirat, menghilangkan kebodohan pada dirinya dan yang lain untuk menghidupkan kembali agama dan melestarikan Islam. “Karena Islam itu dapat lestari kalau pemeluknya berilmu. Zuhud dan takwa tidak sah tanpa disertai ilmu,”kata beliau.
"Orang alim yang durhaka bahayanya besar, tetapi orang bodoh yang tekun beribadah justru lebih besar bahayanya dibandingkan orang alim tadi. Keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat, dan tidak layak dijadikan panutan."(dinukil oleh Syekh Az-Zarnuji dalam sebuah syair)
L. Ciri-ciri orang bodoh
Banyak orang yang beranggapan bahwa kebodohan erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan. Namun, ada tanda-tanda lain yang perlu dipertimbangkan ketika mengidentifikasi seseorang sebagai orang bodoh, berikut diantaranya:
1. Merasa paling benar.
2. Menganggap sepele orang lain.
3. Tidak ingin memahami pikiran orang lain.
4. Bercanda di waktu yang salah.
Baca juga: Batasan dalam bercanda menurut Islam
5. Selalu menyombongkan prestasinya.
6. Tidak serius dengan ucapannya sendiri.
7. Ingin terlihat pintar.
8. Berpikiran tertutup.
9. Melakukan kesalahan yang sama berkali-kali.
10. Merasa lebih baik dari orang lain.
M. Larangan berdebat dengan orang bodoh
Dunia internet dan media sosial adalah cara mudah untuk berkomunikasi. Penting untuk diketahui bahwa berdebat, apalagi debat kusir, sangat merugikan jika kita melakukannya. Khususnya di jejaring sosial, meskipun kita bermaksud melakukan diskusi yang baik, namun diskusi di Internet dan jejaring sosial masih sangat sulit untuk dilaksanakan.
Kita tidak bisa memenangkan debat melawan orang-orang bodoh dan tidak beradab. Ketika kita menyangkal klaimnya secara logis, rasional, dengan bukti atau data yang valid dan dapat diandalkan, mereka malah menyerang individu, bukan argumennya, dan masalahnya menjadi lebih rumit. Allah menyampaikan larangan berdebat dengan orang bodoh sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya yang berbunyi:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ(٦) خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰىۤ اَبْصَا رِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ(٧)
Artinya:"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat."(QS. Al-Baqarah surah ke 2: Ayat 6-7)
“Setiap kali berdebat dengan para intelektual, aku selalu menang. Namun, anehnya tiap kali berdebat dengan orang bodoh, aku kalah tak berdaya.” (perkataan Imam Syafi'i sebagaimana yang dikutip dari Kitab Mafahim Yajibu An-Tushohhaha karya Sayyid Muhammad Al-Maliki bin ‘Alawi bin ‘Abbas bin ‘Abdul-‘Aziz Al-Maliki)
Imam Syafi'i kemudian menjelaskan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tawali Ta'sis karya Ibnu Hajar Al Asqalani bahwa ia tidak pernah mencari kemenangan saat berdebat. "Tidakkah aku berdebat kecuali berharap agar lawan debatku diberi taufiq dan pertolongan serta dijaga oleh-Nya. Dan tidak pula aku berdebat kecuali aku tak menghiraukan apakah Allah menampakkan kebenaran lewat lisanku atau lisannya".
Sikap apa yang harus kita ambil saat diajak oleh orang bodoh dan tidak beradab? Mengalah dengan diam saja saja apabila berdebat dengan mereka. Karena diam saja itu penyelamat, daripada diteruskan saling berbantahan yang tiada kesudahan dan jika kita meladeni mereka kita juga akan menjadi bodoh seperti mereka.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِا لْعُرْفِ وَاَ عْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
Artinya:"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."(QS. Al-A'raf surah ke 7: Ayat 199)
Penutup:
Hindari berdebat dengan orang bodoh untuk menyelesaikan masalah. Berdebat dengan mereka hanya membuang-buang waktu dan membuat lelah saja. Hal ini sudah penulis buktikan saat penulis berdebat dengan orang yang sok tahu atau bodoh dan penulis tidak pernah memenangkan perdebatan dengan orang bodoh. Islam melarang berdebat dengan orang yang kurang ilmunya, karena seberapapun banyaknya jawaban yang diberikan, betapapun logis dan rasionalnya sebuah jawaban mereka tetap tidak akan menerimanya.
Oleh karena itu, lebih baik diam daripada menanggapi apa yang mereka katakan. Karena mereka ingin memancing di air yang sangat keruh untuk menggoda kita agar mengikuti jejak mereka, hindari berdebat dengan kelompok ini. Mungkin yang dapat penulis sampaikan pada pembahasan kita kali ini. Kurang lebihnya penulis mohon maaf. Sekian dan terimakasih telah mengunjungi blog ini.
Penulis: Maulana Aditia
Komentar
Posting Komentar