Nasi tumpeng : Filosofi dibalik keindahan dan kenikmatan rasanya
Nasi tumpeng merupakan masakan tradisional Indonesia yang memiliki makna mendalam di balik keindahannya. Dalam budaya Indonesia, nasi tumpeng sering disajikan pada acara-acara penting dan memiliki filosofi yang bermakna. Dengan memahami latar belakang dan filosofi nasi tumpeng, kita bisa lebih mengapresiasi kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.
A. Pengertian tumpeng
Tumpeng merupakan hidangan nasi berbentuk kerucut yang tingginya biasanya lebih besar dari diameter lingkaran bawah kerucut. Nasi yang diolah biasanya berupa nasi kuning, nasi putih biasa, atau nasi uduk. Tumpeng disajikan dengan berbagai lauk pauk dalam tampah (nampan anyaman bambu bulat berukuran besar). Berbagai lauk dalam tumpeng bisa berupa telur, ayam, perkedel, sayur urap, ikan teri, abon, dan tempe.
B. Sejarah tumpeng
Hidangan ini sudah ada sejak zaman dahulu untuk mengagungkan gunung sebagai tempat bersemayamnya Hyang atau roh leluhur. Ketika agama Hindu menyebar ke Pulau Jawa, tumpeng dibuat berbentuk kerucut meniru Gunung Mahameru yang disucikan. Gunung ini konon merupakan tempat tinggal para dewa dan dewi. Kemudian ketika Islam masuk ke Indonesia, tumpeng menjadi makanan yang terkenal hingga saat ini. Tumpeng identik dengan nasi kuning dan juga memiliki simbol-simbol tertentu.
Tumpeng ternyata merupakan singkatan bahasa Jawa dari “tumapaking panguripan-tumindak lempeng-tumuju Pangeran”, yang artinya hidup manusia sejalan lurus dengan Tuhan. Dalam bahasa Jawa terkenal ungkapan sangkan paraning dumadi yang artinya tahu dari mana dan akan ke mana segala makhluk. Kemudian mulih ing mulanira yang artinya kembali ke asal. Untuk kembali kepada Tuhan atau kaitannya dengan konsep surga dan neraka, manusia harus berbuat baik dan peduli untuk hidup di dunia yang penuh kekacauan, yang seperti simbol lauk pada nasi tumpeng.
C. Jenis-jenis tumpeng di Indonesia
Berikut merupakan jenis-jenis tumpeng di Indonesia.
1. Tumpeng megana
Perayaan kelahiran dibuat dengan nasi putih yang melambangkan kesucian, dan sayur mayur yang melambangkan harapan dan doa untuk kehidupan masa depan sang anak. Hiasan yang paling menonjol pada tumpeng ini adalah telur, bawang merah, dan cabai di atas tumpeng yang juga memiliki arti.
2. Tumpeng punar
Mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan. Tumpeng ini biasa ditemui pada acara pesta ulang tahun atau saat sedang beruntung. Lauknya berbeda dengan tumpeng megana dan biasanya menggunakan kedelai goreng, abon, tempe abon, dll. Lauk tumpeng punar bervariasi rasa untuk melengkapi nasi kuning. Harmoni rasa adalah nikmatnya rasa syukur.
3. Tumpeng robyong
Tumpeng ini sangat berbeda karena di keempat sudut tumpeng terdapat batang-batang yang diberi kapas dan dikasih minyak. Saat suatu saat lidi kapas akan kapas terbakar. Tumpeng ini digunakan ketika ada pesta dalam keluarga dan diharapkan masyarakat sekitar dapat mendukung pesta tersebut. Tumpeng robyong ini biasanya dikaitkan dengan acara-acara khusus seperti mengangkat menantu atau membangun rumah.
4. Tumpeng kendhit
Tumpeng ini menggunakan nasi putih dan nasi kuning di tengahnya. Tumpeng dimaknai sebagai dinamika kehidupan manusia. Segala hal seperti kesedihan, kebahagiaan, kegagalan dan kesuksesan pasti bisa diatasi. Tumpeng merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang telah lalu.
5. Tumpeng kapuranto
Tumpeng ini sangat unik karena menggunakan nasi biru. Warna biru berasal dari daun bunga telang yang banyak mengandung antioksidan. Warna biru juga melambangkan kesetiaan, ketenangan, ketulusan dan kedamaian. Tumpeng ini biasanya dijadikan alasan. Penerima tumpeng ini pasti sudah mengetahui maksud pengirimnya yaitu ingin meminta maaf atas perbuatannya.
6. Tumpeng Pungkur
Nasi putih tumpeng yang cetak setengah kemudian dibelah menjadi dua secara vertikal dan dipasang terbalik. Tumpeng ini adalah tumpeng khusus kematian.
7. Tumpeng ponco narno
Terdiri dari lima warna, merah, kuning, hitam, putih, biru, hijau, hakikat seluruh dunia, termasuk dunia gaib, yang dipercaya menganut kepercayaan tersebut. Tumpeng ini dimaksudkan agar selaras dengan alam gaib dan dunia nyata.
8. Tumpeng among-among
Tumpeng among-among memiliki penampilan yang tak kalah menarik. Ditambahkan bawang putih, bawang merah dan cabai merah di ujung bola nasi yang ditusuk dengan lidi. Tumpeng jenis ini dimaksudkan untuk menghormati makhluk halus. Nasi yang digunakan adalah nasi putih. Sedangkan lauk pauknya berupa sayuran rebus seperti kacang panjang, bayam, tauge, dan bumbu megono.
9. Tumpeng alus
Tumpeng alus mempunyai makna yang dalam. Tampilan Tumpeng alus melambangkan keikhlasan pemilik acara. Tumpeng jenis ini menggunakan nasi putih. Tumpeng alus menyajikan lauk pauk yang disesuaikan dengan kebutuhan acara sesuai maknanya.
10. Tumpeng duplak
Kalau tumpeng biasanya ujungnya runcing, berbeda dengan tumpeng duplak. Tumpeng jenis ini memiliki ujung yang cekung. Nasi yang digunakan adalah nasi putih. Tumpeng duplak dilakukan dengan tujuan agar seluruh keinginan penyelenggara acara terpenuhi. Tumpeng ini disajikan dengan berbagai lauk pauk seperti capcay, acar timun, semur daging, telur pindang, perkedel dan lain-lain.
Dan masih banyak jenis tumpeng lainnya di Indonesia yang dapat pembaca cari di internet atau bertanya kepada orang yang biasa membuat tumpeng untuk acara tertentu.
D. Filosofi dibalik nasi tumpeng
Nasi merupakan bahan utama nasi tumpeng. Selain sebagai bahan dasar tumpeng yang terpenting, nasi yang ada di dalam tumpeng juga mempunyai makna filosofis. Nasi dengan harapan kehidupan yang lebih baik. Bahan tumpeng juga bermakna bahwa setiap orang harus mencari nafkah secara halal. Nasi tumpeng hadir dengan berbagai lauk pauk, salah satunya telur rebus.
Telur yang dimasak dalam Tumpeng memiliki arti yang sama, yaitu setiap orang harus merencanakan aktivitasnya terlebih dahulu agar aman dan sukses. Ada yang menyajikannya tanpa bumbu dan ada pula yang mengolahnya seperti semur telur. Selain telur, lauk tumpeng lainnya adalah ayam rasa kuning. Ayam berbumbu kuning merupakan simbol perlindungan terhadap berbagai sifat buruk, seperti kesombongan, keangkuhan, dan arogansi.
Lauk ini juga berarti bahwa setiap orang harus khusyuk beribadah. Ikan teri paling sering digunakan pada nasi tumpeng. Dalam filosofi nasi tumpeng, ikan teri merupakan simbol gotong royong yang harus selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat. Makna ini sesuai dengan ikan teri yang sering disajikan dalam jumlah banyak dalam satu tumpeng. Urap bermakna kehidupan yang damai, kreativitas dll. Tak hanya protein hewani, nasi tumpeng juga memiliki lauk protein nabati berupa urap.
Lauk ini terdiri dari berbagai sayuran. Setiap sayuran memiliki makna filosofis tersendiri. Bayam berarti kehidupan yang damai, terutama kehidupan rumah tangga. Tauge mewakili kreativitas dan pertumbuhan. Kangkung artinya setiap orang harus beradaptasi dengan segala situasi. Kacang panjang artinya kurang lebih sama dengan telur rebus. Selain sayur mayur, bumbu kacang pada nasi putih juga mempunyai makna bahwa setiap orang harus menghidupi keluarganya dengan rezeki yang baik.
E. Penyajian dan pemotongan nasi tumpeng
Tumpeng biasanya menjadi syarat untuk melaksanakan upacara adat Jawa, Madura, Sunda, dan Bali. Umumnya upacara adat berkaitan dengan siklus hidup seseorang mulai dari kehamilan, kelahiran, perkawinan hingga kematian. Seiring berjalannya waktu, tumpeng tidak hanya disajikan pada acara-acara adat, tetapi juga pada berbagai hari syukuran, seperti Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Biasanya disajikan tumpeng berwarna merah putih yang melambangkan warna bendera Indonesia.
Bagaimana cara memotong tumpeng yang benar? Langkah pertama adalah memotong bagian atas tumpeng tumpeng dari orang yang dihormati masyarakat. Setelah itu, orang yang mempunyai tujuan atau acara membagikan tumpeng tersebut sebanyak tiga perempatnya. Rupanya, metode memotong ini memiliki makna simbolis. Tujuannya agar penghidupan bisa dibagi rata kepada warga.
Penutup:
Nasi tumpeng tidak hanya sekedar kuliner, tapi juga simbol kekayaan budaya dan filosofi Indonesia. Ada makna mendalam di balik keindahan ini yang mengajarkan kita keberagaman, persatuan dan rasa hormat terhadap nenek moyang. Melalui artikel ini, kita telah mengupas sejarah dan filosofi tumpeng. Semoga dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nasi tumpeng, kita dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia yang sangat berharga ini. Sekian dan terimakasih.
Penulis: Maulana Aditia
Baca juga:
Komentar
Posting Komentar