Mari berdiskusi dan bertukar pikiran
Di era perkembangan informasi digital yang terus berkembang, diskusi dan pertukaran ide menjadi sebuah kegiatan yang sangat penting. Platform online seperti media sosial, forum diskusi, dan ruang obrolan memungkinkan orang untuk berbagi pendapat, ide, dan pengalaman dengan orang lain di seluruh dunia. Meski kemajuan teknologi semakin memudahkan akses diskusi, diskusi online seringkali menjadi ajang konflik dan perpecahan.
Komentar yang tidak sopan, menyebarkan informasi yang salah, dan kurangnya empati terhadap sudut pandang orang lain sering kali menghalangi diskusi yang bermanfaat dan bermanfaat. Itu sebabnya penting bagi kita untuk menciptakan budaya diskusi yang sehat dan saling menghormati di dunia maya. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pentingnya melakukan berdiskusi secara bijak, bersikap terbuka, dan menghargai perbedaan pendapat. Mari kita menjadikan ruang obrolan online sebagai tempat yang ramah dan produktif bagi semua orang.
A. Pengertian diskusi
Kata diskusi berasal dari bahasa latin discutio atau discusum yang berarti pertukaran gagasan, dan bahasa Inggris discussion yang berarti perundingan.
Diskusi merupakan salah satu bentuk komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dimana dua orang atau lebih berbicara dan mencari solusi suatu masalah. Diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. (KBBI)
Diskusi merupakan kegiatan yang sering dilakukan baik dalam forum formal maupun informal dan merupakan proses penting dalam memahami suatu topik. Diskusi adalah keterampilan ilmiah responsif yang terdiri dari pertukaran pendapat mengenai permasalahan yang bermasalah, menghasilkan ide dan menguji pemikiran atau pendapat beberapa anggota kelompok dengan tujuan menemukan solusi masalah dan pencarian kebenaran.
B. Tujuan diskusi
Berikut merupakan tujuan dari diskusi.
1. Meningkatkan pemahaman terhadap pokok bahasan yang dibahas;
2. Memperoleh pemahaman tentang berbagai perspektif dan alasannya;
3. Diskusi bersama mengenai subjek sebelum memutuskan atau sebagai bagian dari persiapan;
4. Memperkuat rasa inklusi antara orang-orang dari latar belakang berbeda atau dari organisasi berbeda;
5. Mencegah atau menengahi situasi konflik;
6. Melatih kemampuan berbicara;
7. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang realitas tertentu;
8. Melatih keberanian saat mengambil keputusan.
C. Unsur-unsur diskusi
Berikut merupakan unsur-unsur yang ada dalam diskusi.
1. Moderator
Moderator adalah orang yang bertugas memoderasi (mengorganisasi, mengarahkan, menengahi) diskusi yang menjadi tanggung jawabnya dan mengendalikan kemajuannya. Moderator harus mampu menjadikan diskusi dengan baik dan benar, sesuai dengan topiknya serta berlangsung secara kondusif.
2. Narasumber
Narasumber adalah orang yang memberikan materi pada saat diskusi. Tugas narasumber adalah menyampaikan permasalahan serta beberapa alternatif pemecahannya. Sumber daya juga harus siap menjawab pertanyaan peserta diskusi.
3. Notulis
Notulis adalah orang yang tugasnya menulis notulensi atau rapat. Notulis harus bisa mendengarkan dan menulis dengan sama baiknya agar tidak ada hal penting yang terlewatkan selama rapat. Selain itu, reporter harus mampu merangkum ide-ide yang disampaikan peserta, termasuk pendapat, argumentasi dan keberatan, serta merangkum hasil diskusi.
4. Peserta diskusi
Tugas peserta adalah berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi, tidak hanya sebagai pendengar saja, tetapi juga dapat memberikan jawaban, pertanyaan, dan lain-lain.
5. Materi diskusi
Selain orang-orang yang ikut serta dalam pembicaraan dan mempunyai tanggung jawab masing-masing, unsur terpenting yang harus ada dalam suatu diskusi adalah materi atau topik yang dibicarakan. Bahan diskusi hendaknya disiapkan sebelum diskusi.
6. Fasilitas
Fasilitas mendukung terciptanya percakapan. Jika diskusi offline maka diperlukan ruangan, meja, kursi, pulpen, kertas, dan lain-lain. Sedangkan diskusi secara online, alat yang diperlukan adalah aplikasi pendukung chat online seperti Zoom dan Google Meet serta koneksi internet yang stabil.
D. Ciri-ciri diskusi
Diskusi mempunyai beberapa ciri yang membedakannya dengan kegiatan komunikatif lainnya. Beberapa ciri-ciri diskusi adalah sebagai berikut.
1. Ada dua orang atau lebih dalam diskusi;
2. Bentuk komunikasi dalam diskusi adalah mendengarkan dan menyampaikan pendapat setiap anggota;
3. Pembahasan diskusi adalah subjek atau topik tertentu;
4. Tujuan diskusi adalah untuk mencapai mufakat mengenai topik atau pokok bahasan;
5. Diskusi yang berlangsung biasanya teratur atau sistematis, namun ada juga yang bebas atau terbuka.
E. Jenis-jenis diskusi
Berikut merupakan beberapa jenis diskusi.
1. Diskusi kelompok
Dalam diskusi kelompok, setiap anggota mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pemikirannya dan berbagi pengalaman atau informasi untuk memecahkan masalah. Diskusi kelompok dapat dilakukan secara formal dan informal. Diskusi mengajarkan orang untuk menghormati pendapat satu sama lain.
2. Diskusi panel
Diskusi panel diawali dengan uraian atau diskusi. Diskusi panel biasanya diadakan secara luas untuk memahami topik yang dibicarakan. Dalam diskusi panel, biasanya topik tersebut juga dibahas secara terbuka, misalnya di radio atau televisi.
3. Diskusi fak
Diskusi fak adalah proses dimana orang bertukar informasi dan pendapat untuk mencapai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Tujuan diskusi fak adalah mengolah bahan diskusi secara bersama-sama di bawah bimbingan seorang ahli.
4. Diskusi pleno
Diskusi pleno merupakan diskusi yang mengikuti diskusi kelompok. Dalam diskusi pleno, masyarakat berkumpul untuk melaporkan hasil diskusi kelompoknya.
5. Diskusi kasualis
Diskusi kasualis merupakan suatu bentuk kajian terhadap suatu permasalahan tertentu yang mencakup beberapa penyelesaian. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mencari solusi yang tepat.
6. Diskusi munas
Munas merupakan singkatan dari musyawarah nasional yaitu suatu jenis diskusi yang melibatkan perwakilan negara-negara untuk membahas permasalahan di tingkat nasional.
7. Simposium
Simposium adalah suatu bentuk diskusi yang membahas suatu topik tertentu. Diskusi ini akan dipimpin oleh seorang moderator, dan setiap peserta mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan pendukung selesai berbicara.
8. Seminar
Seminar adalah salah satu bentuk diskusi yang mencari kesepakatan pemahaman dan posisi terhadap isu-isu formal. Seminar biasanya fokus pada topik tertentu, seperti permasalahan sehari-hari, yang dilakukan dalam bentuk percakapan dengan moderator.
9. Lokakarya
Lokakarya atau sanggar kerja adalah pertemuan dimana Anda mendiskusikan suatu masalah di bidang Anda. Ruang kelas atau lokakarya mencakup pertemuan sains kecil. Perbedaan workshop dan seminar terletak pada hasil yang dicapai. Dalam lokakarya disiapkan karya-karya yang dapat digunakan peserta lokakarya dalam proses pembelajaran.
10. Sarasehan
Lokakarya diselenggarakan untuk membahas suatu isu tertentu secara informal dan formal. Tujuan dari workshop ini adalah untuk membahas topik atau topik yang tidak terlalu serius dan akan menjadi pembahasan yang sangat serius.
11. Konferensi
Konferensi adalah pertemuan di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas keputusan bersama. Peserta konferensi memiliki latar belakang dan minat yang sama.
12. Training
Training atau pelatihan merupakan suatu pembahasan yang menitikberatkan pada praktek teori. Kata training sangat lumrah dalam dunia kerja, ketika seseorang diharuskan melalui masa pelatihan yang biasanya memakan waktu satu hingga tiga bulan tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.
13. Kongres
Kongres adalah pertemuan perwakilan organisasi (politik, sosial dan profesional) dimana keputusan diambil bersama.
14. Forum diskusi
Forum diskusi merupakan gabungan dari beberapa bentuk dialog. Forum diskusi memiliki tingkat demokrasi yang tinggi.
15. Diskusi podium
Dalam diskusi podium, perwakilan masing-masing kelompok diminta menjelaskan permasalahan yang ada secara terbuka atau terbuka.
F. Manfaat diskusi
1. Manfaat diskusi secara umum
a. Menjamin adanya opini publik yang berkembang dan menjadi landasan masyarakat demokratis;
b. Mengembangkan sifat-sifat akhlak seperti persahabatan, keikhlasan dan tenggang rasa;
c. Kesetaraan, yaitu membuktikan bahwa gagasan bukanlah hak istimewa suatu golongan atau pendidikan tertentu.
2. Manfaat diskusi dalam sistem pembelajaran
a. Setiap siswa dapat mengungkapkan pikiran dan pendapatnya;
b. Setiap siswa harus mendengar pendapat satu sama lain;
c. Setiap siswa harus mampu mengumpulkan atau menyimpan ide-ide penting;
d. Melalui diskusi, setiap siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan pemahamannya terhadap topik yang dibahas dalam diskusi.
3. Manfaat mengeluarkan pendapat saat diskusi
a. Melatih rasa percaya diri
Ada orang yang menganggap mengutarakan pendapat itu sulit. Alasannya bermacam-macam, entah karena takut salah bicara atau karena kurang percaya diri dilihat orang banyak. Pada awalnya mungkin terasa sulit, namun jika dilakukan berkali-kali maka akan terbiasa.
b. Mendapatkan review dari orang lain
Anda dapat bertukar pikiran dengan orang lain melalui diskusi. Jika Anda memiliki pendapat yang mungkin tidak sesuai atau memenuhi kebutuhan Anda, Anda akan menerima penilaian. Jangan menganggap penilaian ini negatif, karena akan membantu Anda berpikir lebih baik di masa depan.
c. Mempengaruhi pengambilan keputusan
Pikiran dan ide Anda diperlukan agar perubahan dapat terjadi. Dengan mengutarakan pendapat Anda saat berdiskusi, Anda berpeluang besar mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
d. Meningkatkan kemampuan komunikasi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menyampaikan pendapat dapat membantu kita meningkatkan kemampuan komunikasi. Hasilnya, ucapan bisa lebih lancar dan lebih sedikit kesalahan.
e. Melatih kemampuan berpikir kritis
Suatu permasalahan atau isu yang dibicarakan bersama membantu kita berpikir lebih kritis. Alhasil, kita tidak mudah terprovokasi, tidak terjerumus pada pertanyaan-pertanyaan yang menyesatkan, dan lebih bijak dalam menilai.
Baca juga: Ayo berpikir kritis
f. Peka terhadap masalah sekitar
Diskusi membantu kita untuk lebih peka terhadap masalah yang ada di sekitar kita. Permasalahan harus diselesaikan sehingga kita dapat memberikan perubahan yang lebih baik kepada masyarakat.
G. Cara memulai diskusi yang baik dan benar
Memulai diskusi yang baik dan pantas memerlukan beberapa langkah untuk membantu menciptakan suasana positif dan produktif. Berikut beberapa tips memulai percakapan yang baik dan tepat.
1. Sebelum memulai diskusi, pastikan Anda memiliki tujuan yang jelas dan tepat. Tujuan ini dapat membantu Anda memfokuskan pembicaraan dan menghindari percakapan yang tidak relevan.
2. Pilih topik yang relevan dan penting untuk dibahas. Pastikan topiknya tidak terlalu luas atau terlalu sempit untuk dibahas secara efektif.
3. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk berdiskusi. Pastikan semua pihak dapat berbicara dengan bebas dan tidak ada tekanan untuk berbicara.
4. Hargai pendapat orang lain dan jangan mencoba menyalahkan atau menghakimi orang lain. Diskusi yang sehat memerlukan kemauan untuk mendengarkan dan memahami pendapat orang lain.
5. Bicaralah dengan jelas dan spesifik. Pastikan Anda bisa menjelaskan pemikiran Anda dengan jelas dan tidak terlalu rumit.
6. Dengarkan dengan tulus dan jangan hanya mendengarkan jawabannya. Mendengarkan dengan benar dapat membantu Anda memahami pendapat orang lain dan meningkatkan kesadaran Anda.
7. Berhentilah berpikir sebelum menjawab. Berpikir sebelum berbicara akan membantu Anda bereaksi lebih baik dan tidak terlalu impulsif.
8. Catat diskusinya. Catatan ini dapat membantu Anda memahami hasil diskusi dan meningkatkan kesadaran Anda.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memulai percakapan yang baik dan sopan. Percakapan yang baik dapat membantu meningkatkan kesadaran, meningkatkan komunikasi, dan meningkatkan kolaborasi dalam tim atau organisasi.
H. Topik menarik dan relevan untuk dijadikan diskusi
1. Kesehatan mental dan fisik
Diskusi mengenai peningkatan kesehatan mental dan fisik, seperti peran olah raga, nutrisi dan pemanfaatan teknologi dalam kesehatan.
2. Pendidikan dan keterampilan
Pembahasan bagaimana masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan pendidikannya serta cara menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan
3. Pelestarian lingkungan dan alam
Pembahasan cara mengatasinya isu-isu lingkungan seperti pemanasan global, pembalakan liar dan bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya konservasi.
4. Dampak teknologi terhadap masyarakat Diskusi tentang bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan media sosial, peran kecerdasan buatan dalam sistem hukum dan dampak teknologi terhadap lingkungan.
5. Pendidikan dan pendidikan formal
Pembahasan sistem pendidikan, kebijakan pendidikan dan bagaimana pendidikan formal dapat ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
I. Perbedaan diskusi dan debat
Perbedaan antara diskusi dan debat adalah sebagai berikut.
1. Tujuan
Diskusi bertujuan untuk mencari penyelesaian topik secara bersama-sama, sementara debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat mana yang benar dan memenangkan argumen.
2. Ciri-ciri
a. Ciri-ciri diskusi :
- Tidak adanya pihak yang pro dan kontra.
- Bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama.
Hasilnya diperoleh melalui mufakat.
- Ada keterbukaan tanya jawab.
b. Ciri-ciri debat :
- Bertujuan untuk mempertahankan pendapat mana yang benar.
- Ada pihak afirmatif dan negatif (pro dan kontra).
- Hasilnya diperoleh melalui voting atau keputusan juri.
- Tidak ada keterbukaan tanya jawab.
3. Pelaksanaan
Debat biasanya dilakukan secara formal dengan aturan main yang harus ditaati, sedangkan diskusi dilakukan secara informal dan aturan mainnya tidak diwajibkan.
4. Juri
Debat memiliki juri yang menilai kemampuan berdebat, sedangkan diskusi tidak memiliki juri.
5. Sesi tanya jawab
Diskusi memiliki sesi tanya jawab yang terbuka, sedangkan debat memiliki sesi tanya jawab yang terbatas.
6. Keberadaan pihak
Debat memiliki pihak afirmatif dan negatif, sedangkan diskusi tidak memiliki pihak seperti itu.
7. Hasil
Debat memiliki hasil yang diperoleh melalui voting atau keputusan juri, sedangkan diskusi memiliki hasil yang diperoleh melalui mufakat.
8. Moderator
Debat dan diskusi memiliki moderator yang memimpin pelaksanaan acara, tetapi diskusi memiliki moderator yang lebih aktif dalam mengarahkan diskusi.
9. Unsur-unsur
Debat dan diskusi memerlukan unsur-unsur seperti narasumber, moderator, notulen, dan peserta diskusi, tetapi debat juga memerlukan tim afirmasi, tim oposisi, tim netral, penonton, dan juri.
Baca juga: Jangan berdebat dengan orang bodoh
Penutup:
Di era yang semakin digital, diskusi dan pertukaran ide menjadi hal yang sangat penting. Meski kemajuan teknologi semakin memudahkan akses diskusi, diskusi online seringkali menjadi ajang konflik dan perpecahan. Namun, jika kita menciptakan budaya diskusi online yang sehat dan saling menghormati, kita dapat menciptakan ruang diskusi online yang mengundang dan produktif untuk semua orang. Mari kita berdiskusi secara cerdas, membuka pikiran, dan menghargai keberagaman pendapat untuk menciptakan lingkungan online yang lebih baik.
Penulis: Maulana Aditia
Komentar
Posting Komentar