Mengenal dan mengimani malaikat Allah


Dalam cerita rakyat pada umumnya, malaikat dianggap seperti kekuatan alam, gambar holografik, atau ilusi yang baik. Orang Barat terkadang menggambarkan malaikat sebagai bayi kerubin yang gemuk atau sebagai pria tampan dan rupawan atau gadis cantik dengan lingkaran cahaya di sekeliling kepala mereka. 

Namun dalam agama Islam, malaikat adalah makhluk nyata yang diciptakan oleh Allah. Malaikat sendiri tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Malaikat bukanlah objek untuk disembah atau didoakan. Malaikat menaati dan melaksanakan perintah Allah.

Menurut sudut pandang agama Islam, tidak ada malaikat yang jatuh. Mereka tidak tergolong malaikat baik atau malaikat jahat. Manusia tidak menjadi malaikat setelah kematian. Setan bukanlah malaikat, tetapi setan adalah golongan jin. Dalam agama Islam seorang muslim harus mengimani malaikat.

Lalu, apa pengertian dari malaikat itu? Bagaimana malaikat diciptakan? Berapa jumlah malaikat? Siapa saja nama-nama malaikat dan pembagian tugasnya? Apa yang dimaksud dengan malaikat Allah? Bagaimana cara mengimani malaikat Allah? Apa hikmah yang kita peroleh dari mengimani malaikat? Dan ada kisah menarik pada pembahasan kita kali ini. Kisah apakah itu? Semua itu akan kita bahas disini.

A. Pengertian malaikat
Kata malaikat berasal dari bahasa Arab, yaitu malฤ’ikah yang merupakan bentuk jamak dari kata malak yang terambil dari kata la’aka yang artinya “menyampaikan sesuatu”. Jadi, malak/malaikat secara bahasa artinya adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari Allah. Malaikat menurut bahasa adalah makhluk gaib yang diciptakan dari cahaya dan diutus oleh Allah yang taat, patuh dan tidak pernah durhaka terhadap perintah-Nya.

B. Penciptaan malaikat
Malaikat Allah ciptakan dari cahaya atau nur. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang berbunyi:”Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anhu, berkata Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian”. (H.R. Muslim)

Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "malaikat jatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian dijuluki Iblis, adalah nenek moyang jin, sama seperti Adam adalah nenek moyang manusia. Jin adalah makhluk yang diciptakan Allah dari api yang tidak berasap, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya.

Sedangkan mengenai wujudnya, sudah Allah terangkan dalam Al Qur'an yang berbunyi: Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ุงَ ู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„ّٰู‡ِ ูَุง ุทِุฑِ ุงู„ุณَّู…ٰูˆٰุชِ ูˆَุง ู„ْุงَ ุฑْุถِ ุฌَุง ุนِู„ِ ุงู„ْู…َู„ٰุٓฆِูƒَุฉِ ุฑُุณُู„ًุง ุงُูˆู„ِูŠْۤ ุงَุฌْู†ِุญَุฉٍ ู…َّุซْู†ٰู‰ ูˆَุซُู„ٰุซَ ูˆَุฑُุจٰุนَ ۗ ูŠَุฒِูŠْุฏُ ูِู‰ ุงู„ْุฎَู€ู„ْู‚ِ ู…َุง ูŠَุดَุงุٓกُ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ

Artinya:"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(QS. Fatir surah ke 35: Ayat 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa malaikat mempunyai sayap, ada yang mempunyai 2, 3 dan 4 sayap. Tentu saja sayap yang disebutkan di sini bukanlah sayap burung. Sayap adalah simbol kekuatan yang memungkinkan makhluk di dunia gaib untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan sayap tersebut, setiap malaikat memiliki kecepatan gerak yang luar biasa.

Kemudian beberapa hadits menyebutkan bahwa Jibril mempunyai 600 sayap, Israfil mempunyai 1200 sayap yang satu sayapnya sama dengan 600 sayap Jibril dan terakhir Hamalat al-'Arsy dikatakan mempunyai 2400 sayap yang satu sayapnya sama dengan sayap Israfil sebanyak 1200.

Mustahil melihat wujud malaikat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering, lumpur hitam yang sudah diberi wujud, dan tidak dapat melihat wujud malaikat yang asli. Hanya Rasulullah yang bisa melihat wujud asli malaikat sebanyak dua kali yakni saat menerima Wahyu dan isra mi'raj. Mereka juga tidak menjadi tua atau muda, keadaan mereka saat ini sama persis dengan saat mereka diciptakan.

C. Jumlah malaikat
jumlah malaikat sebenarnya tidak diketahui. Tentu saja, karena mereka adalah pasukan dari Allah yang membantu mengendalikan perilaku seluruh makhluk-Nya, tentu saja jumlah malaikat sangatlah banyak. Ayat-ayat Alquran menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui jumlah pasti malaikat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ูˆَู…َุง ุฌَุนَู„ْู†َุงۤ ุงَุตْุญٰุจَ ุงู„ู†َّุง ุฑِ ุงِู„َّุง ู…َู„ٰุٓฆِูƒَุฉً ۖ ูˆَّู…َุง ุฌَุนَู„ْู†َุง ุนِุฏَّุชَู‡ُู…ْ ุงِู„َّุง ูِุชْู†َุฉً ู„ِّู„َّุฐِูŠْู†َ ูƒَูَุฑُูˆْุง ۙ ู„ِูŠَุณْุชَูŠْู‚ِู†َ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงُูˆْุชُูˆุง ุงู„ْูƒِุชٰุจَ ูˆَูŠَุฒْุฏَุง ุฏَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุۤง ุงِูŠْู…َุง ู†ًุง ูˆَّู„َุง ูŠَุฑْุชَุง ุจَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงُูˆْุชُูˆุง ุงู„ْูƒِุชٰุจَ ูˆَุง ู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ۙ ูˆَู„ِูŠَู‚ُูˆْู„َ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูِูŠْ ู‚ُู„ُูˆْุจِู‡ِู…ْ ู…َّุฑَุถٌ ูˆَّุง ู„ْูƒٰูِุฑُูˆْู†َ ู…َุง ุฐَุงۤ ุงَุฑَุง ุฏَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจِู‡ٰุฐَุง ู…َุซَู„ًุง ۗ ูƒَุฐٰู„ِูƒَ ูŠُุถِู„ُّ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ู…َู†ْ ูŠَّุดَุงุٓกُ ูˆَูŠَู‡ْุฏِูŠْ ู…َู†ْ ูŠَّุดَุงุٓกُ ۗ ูˆَู…َุง ูŠَุนْู„َู…ُ ุฌُู†ُูˆْุฏَ ุฑَุจِّูƒَ ุงِู„َّุง ู‡ُูˆَ ۗ ูˆَู…َุง ู‡ِูŠَ ุงِู„َّุง ุฐِูƒْุฑٰู‰ ู„ِู„ْุจَุดَุฑِ

Artinya:"Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia."
(QS. Al-Muddassir surah ke 74: Ayat 31)

Namun hadits Rasulullah dan pendapat para sahabat memperjelas bahwa jumlah malaikat lebih banyak dari yang kita bayangkan. Hadits tersebut berbunyi:"Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan mendengar apa yang kalian tidak dengar. Bahwa langit itu bersuara dan ia berhak bila bersuara. Tiada (di langit) itu tempat (untuk) empat jari melainkan ada satu malaikat yang meletakkan dahinya untuk sujud kepada Allah." (HR. Tirmidzi).

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam dijelaskan saat beliau peristiwa isra mi'raj dalam hadits yang berbunyi:“Kemudian aku ditampakkan al-Baitul Ma’mur. Aku bertanya kepada Jibril, lalu dia menjawab, ‘Ini adalah al-Baitul Ma’mur, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat mendirikan shalat di sana. Jika mereka keluar (untuk pergi shalat), tidak ada satu pun dari mereka yang kembali.’” (HR. Bukhari no. 3207)

Dari sahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku melihat yang tidak kalian lihat, mendengar yang tidak kalian dengar, langit merintih, dan laik baginya merintih. Tidaklah di sana ada tempat untuk empat jari, melainkan ada malaikat yang meletakkan dahinya seraya bersujud kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2312, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Artinya, karena banyaknya malaikat, langit mengerang menahan beban mereka. Ini adalah contoh jumlah malaikat yang sangat banyak.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Malam lailatul qadar adalah malam yang kedua puluh tujuh atau kedua puluh sembilan. Jumlah malaikat di bumi ketika itu lebih banyak dari jumlah yang bisa terhitung.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya, 3: 332, no. 2194. Sanadnya dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah)

D. Sifat-sifat malaikat
Sifat-sifat malaikat yang diyakini umat Islam adalah:
1. Senantiasa bertasbih kepada Allah siang dan malam tanpa henti. 
2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
3. Senantiasa takut kepada Allah
4. Tak pernah berbuat dosa dan selalu melakukan apa yang Allah perintahkan.
5. Memiliki sifat malu.
6. Dapat terganggu dengan bau tak sedap, anjing dan patung.
7. Dapat berubah wujud.
8. Tak makan dan minum.
9. Mempunyai kekuatan dan kecepatan cahaya.
10. Tak pernah lelah dalam menjalankan perintah Allah.
11. Tidak memiliki jenis kelamin.

E. Tempat yang tidak disukai oleh malaikat
Ada beberapa tempat dimana malaikat tidak akan masuk tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan ada pengecualian bagi bidadari tertentu yang masih mengunjungi tempat tersebut. Pendapat ini diungkapkan oleh Ibnu Wadhoh, Imam Al-Khothobi dan lain-lain. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat antara lain:

1. Tempat yang didalamnya terdapat anjing. 
Abu Haurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing.” (HR Muslim)

Kecuali jika anjing tersebut digunakan untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa: “Siapa yang menjadikan anjing kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari” Hadits riwayat Al-Bukhari dengan seumpamanya dalam Adz-Dzba’ih dan Ash-Shaid (5480-5482), Muslim dalam Al-Musaqat (1574)

Malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang terdapat anjing didalamnya, akan tetapi malaikat maut akan tetap memasuki rumah/tempat sekalipun terdapat anjing didalamnya.

2. Tempat terdapat patung dan gambar makhluk hidup yang bernyawa didalamnya
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar (patung)"(HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah)

3. Tempat seorang muslim mengacungkan senjata terhadap saudara muslimnya
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.”(HR Muslim.)


4. Tempat yang mempunyai bau tak sedap dan menyengat
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR Bukhari dan Muslim)

F. Nama-nama malaikat dan masing-masing tugasnya
Berikut ini nama malaikat dan masing-masing tugasnya 

1. Malaikat Jibril
Malaikat Jibril mempunyai nama lain yakni Ruh al-Quds, ar-Ruh al-Amin, dan Namus. Tugas Malaikat Jibril antara lain:
a. Menyampaikan wahyu yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul Allah.
b. Meniupkan ruh kepada seluruh janin yang ada dalam rahim manusia sebelum lahirnya dunia.
c. Menyampaikan rahmat Allah kepada manusia.
d. Mendampingi manusia saat sakaratul maut.
e. Menahan doa.
f. Mengurus angin.
g. Menjadi pemimpin para malaikat.


2. Malaikat Mikail
Misi Malaikat Mikail adalah membagikan rezeki bagi seluruh makhluk di bumi, tidak hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan dan lainnya. Tidak hanya memberikan rezeki atas izin Allah, tetapi juga bertugas mengatur panas, hujan, dan tumbuh-tumbuhan di bumi.

3. Malaikat Israfil
Malaikat Israfil bertugas menjaga dan meniup sangkakala pada hari kiamat. Sangkakala sendiri merupakan terompet yang berukuran cukup besar. Ketika Allah memerintahkan malaikat Israfil untuk meniup sangkakala, maka hari kiamat akan tiba. 


Pada hari kiamat, seluruh makhluk hidup di dunia ini akan mati. Kemudian setelah sangkakala pertama ditiup, Allah membangkitkan malaikat Israfil untuk meniup terompet kembali. Ketika sangkakala kedua ditiup, semua makhluk hidup akan bangkit dari kematian. Peristiwa ini disebut Hari Kebangkitan.

Selain itu tugas Malaikat Israfil adalah menemani malaikat lain bertasbih kepada Allah, mengayomi seluruh makhluk dan alam semesta dan memikul 'Arsy. 

4. Malaikat Izrail
Malaikat Izrail mempunyai tugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini. Tidak ada satupun makhluk yang luput dari takdirnya dan mati ketika saatnya tiba. Ketika makhluk hidup mati, malaikat Izrail mendatangi makhluk itu dan mengambil nyawanya. 

Tentang malaikat Izrail bisa dikatakan dia merupakan malaikat yang namanya cukup terkenal diantara nama-nama malaikat lainnya. Malaikat Izrail adalah malaikat yang sangat taat menjalankan perintah Allah, termasuk mencabut nyawa makhluk Allah.

5. Malaikat Munkar
Tugas Malaikat Munkar adalah memberikan pertanyaan kepada orang-orang yang ada di dalam kubur. Setelah malaikat Izrail mencabut nyawa seseorang dan meninggal, kemudian bertemu dengan malaikat Munkar di alam kubur, yang mempertanyakan keimanannya dan mendatangi orang-orang yang sering melakukan hal-hal buruk dalam hidupnya. 

Dalam Al-Qur'an sendiri, malaikat Munkar digambarkan sebagai sosok menakutkan yang membawa palu godam sebagai senjatanya. Ia kemudian menanyai orang tersebut, dan ketika orang tersebut tidak dapat menjawab, Malaikat Munkar memukul kepalanya dengan senjata hingga hancur. 

Tidak berhenti di situ, orang-orang kemudian hidup kembali dan ditanyai pertanyaan yang sama. Malaikat Munkar kemudian akan memukulkan senjatanya jika orang tersebut tidak mampu bereaksi. Begitu seterusnya hingga hari kiamat tiba.

6. Malaikat Nakir
Malaikat Nakir bertugas meminta orang yang berada di alam kubur untuk berbuat kebaikan. Kebalikan dari malaikat Munkar, malaikat Nakir yang datang ke alam kubur dan menanyakan kebaikan manusia. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Malaikat Nakir adalah sosok yang mempunyai wajah yang ramah dan menyenangkan. Dikatakan juga bahwa ketika malaikat Nakir mendatangi seseorang, dia masuk surga Allah.

7. Malaikat Raqib
Tugas Malaikat Raqib adalah Malaikat Raqib Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, malaikat Raqib yang mencatat  amal perbuatan baik, yang kelak menjadi penyelamat dan pertimbangan masuk surga.

8. Malaikat Atid
Tugas malaikat Atid adalah mencatat perbuatan jahat yang dilakukan manusia selama hidup di dunia. Kebalikan dari Malaikat Raqib, Malaikat Atid mencatat segala perbuatan jahat yang dilakukan manusia selama terus hidup di dunia. Keburukan dan kejahatan sekecil apa pun pun tidak akan lepas dari catatan malaikat Atid.

9. Malaikat Malik
Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka dan diceritakan malaikat Malik tidak pernah tersenyum. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ูŠٰุۤงَ ูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ู‚ُูˆْุۤง ุงَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุงَ ู‡ْู„ِูŠْูƒُู…ْ ู†َุง ุฑًุง ูˆَّู‚ُูˆْุฏُู‡َุง ุงู„ู†َّุง ุณُ ูˆَุง ู„ْุญِุฌَุง ุฑَุฉُ ุนَู„َูŠْู‡َุง ู…َู„ٰุٓฆِูƒَุฉٌ ุบِู„َุง ุธٌ ุดِุฏَุง ุฏٌ ู„َّุง ูŠَุนْุตُูˆْู†َ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุงۤ ุงَู…َุฑَู‡ُู…ْ ูˆَูŠَูْุนَู„ُูˆْู†َ ู…َุง ูŠُุคْู…َุฑُูˆْู†َ

Artinya:"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."(QS. At-Tahrim surah ke 66: Ayat 6)

10. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga. Al-Qur'an menggambarkan surga sebagai tempat yang indah dan anugerah bagi orang yang selalu beriman kepada Allah sepanjang hidupnya.

G. Perbedaan malaikat, manusia dan jin
Berikut merupakan perbedaan antara malaikat, manusia dan jin.

1. Malaikat
- diciptakan oleh Allah dari cahaya
- makhluk gaib
- tidak mempunyai nafsu
- tidak makan dan minum
- selalu taat dan patuh kepada Allah

2. Manusia
- diciptakan oleh Allah dari tanah
- makhluk kasat mata
- mempunyai nafsu
- membutuhkan makan dan minum untuk bertahan hidup
- pikirannya dapat berubah sewaktu-waktu
- ada patuh dan ada yang ingkar kepada Allah.

3. Jin 
- diciptakan oleh Allah dari api
- makhluk gaib
- ada yang patuh dan ada yang ingkar kepada Allah. Yang ingkar disebut setan dan iblis.
- membutuhkan makan dan minum
- mempunyai hawa nafsu
- pikirannya dapat berubah sewaktu-waktu

H. Pengertian mengimani malaikat Allah
Mengimani malaikat Allah adalah mengimani keberadaan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah yang bertugas mengatur alam dan mengurus perjalanan serta menunaikan segala perintah-Nya. Mengimani malaikat Allah merupakan rukun iman kedua. Mengimani malaikat merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam. 

Hal ini sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Al Qur'an yang berbunyi:

ุงٰู…َู†َ ุงู„ุฑَّุณُูˆْู„ُ ุจِู…َุงۤ ุงُู†ْุฒِู„َ ุงِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ุฑَّุจِّู‡ٖ ูˆَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ۗ ูƒُู„ٌّ ุงٰู…َู†َ ุจِุง ู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَู…َู„ٰุٓฆِูƒَุชِู‡ٖ ูˆَูƒُุชُุจِู‡ٖ ูˆَุฑُุณُู„ِู‡ٖ ۗ ู„َุง ู†ُูَุฑِّู‚ُ ุจَูŠْู†َ ุงَุญَุฏٍ ู…ِّู†ْ ุฑُّุณُู„ِู‡ٖ ۗ ูˆَู‚َุง ู„ُูˆْุง ุณَู…ِุนْู†َุง ูˆَุงَ ุทَุนْู†َุง ุบُูْุฑَุง ู†َูƒَ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุงِ ู„َูŠْูƒَ ุงู„ْู…َุตِูŠْุฑُ

Artinya:"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.""
(QS. Al-Baqarah surah ke 2: Ayat 285)

“Hendaklah engkau beriman kepada Allah para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada qadar (takdir)yang baik maupun yang buruk.” (HR. muslim).

Mengimani malaikat Allah mencangkup empat hal, yaitu:
1. Mengimani keberadaannya.
2. Mengimani malaikat yang kita ketahui namanya maupun yang tidak kita ketahui namanya.
3. Mengimani sifat-sifat mereka yang kita ketahui.
4. Mengimani tugas-tugas mereka yang kita ketahui, seperti bertasbih beribadah kepada Allah siang dan malam tanpa henti.

Mengimani malaikat Allah merupakan salah satu rukun iman dalam agama Islam dan penting untuk menanamkan kemuliaan nama Allah setiap saat dan meningkatkan kesadaran akan keberadaan alam di luar panca indera manusia.

I. Cara mengimani malaikat
Berikut merupakan beberapa cara untuk mengimani malaikat Allah, antara lain:

1. Mencontoh sifat malaikat yang taat beribadah kepada Allah
Malaikat adalah makhluk yang paling taat kepada Allah. Mereka selalu melakukan apa yang Allah perintahkan dan menyembahnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ุงِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุจِّูƒَ ู„َุง ูŠَุณْุชَูƒْุจِุฑُูˆْู†َ ุนَู†ْ ุนِุจَุง ุฏَุชِู‡ٖ ูˆَูŠُุณَุจِّุญُูˆْู†َู‡ٗ ูˆَู„َู‡ٗ ูŠَุณْุฌُุฏُูˆْู†َ‏

Artinya:"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud."(QS. Al-A'raf surah ke 7: Ayat 206)

2. Senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari maksiat
Malaikat pasti mencatat setiap perbuatan yang dilakukan seseorang. Oleh karena itu kita harus selalu beramal shaleh dan menjauhi maksiat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْุงِ ู†ْุณَุง ู†َ ูˆَู†َุนْู„َู…ُ ู…َุง ุชُูˆَุณْูˆِุณُ ุจِู‡ٖ ู†َูْุณُู‡ٗ ۖ ูˆَู†َุญْู†ُ ุงَู‚ْุฑَุจُ ุงِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ุญَุจْู„ِ ุงู„ْูˆَุฑِูŠْุฏِ(ูกูฆ) ุงِุฐْ ูŠَุชَู„َู‚َّู‰ ุงู„ْู…ُุชَู„َู‚ِّูŠٰู†ِ ุนَู†ِ ุงู„ْูŠَู…ِูŠْู†ِ ูˆَุนَู†ِ ุงู„ุดِّู…َุง ู„ِ ู‚َุนِูŠْุฏٌ(ูกูง) ู…َุง ูŠَู„ْูِุธُ ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุงِู„َّุง ู„َุฏَูŠْู‡ِ ุฑَู‚ِูŠْุจٌ ุนَุชِูŠْุฏٌ(ูกูจ)

Artinya:"(16.)Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (17.)(lngatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. (18.) Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."(QS. Qaf surah ke 50: Ayat 16-18)

3. Mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian
Percaya adanya kematian berarti kita juga mengimani adanya malaikat. Karena beberapa tugas malaikat ada kaitannya dengan kematian manusia. Misalnya, malaikat Izrail mempunyai tugas mencabut nyawa manusia, Malaikat Munkar dan Nakir bertugas memberikan pertanyaan dan mengecek perbuatan orang-orang di alam kubur, Malaikat Israfil akan meniup terompet pada hari kiamat dan pada hari kebangkitan manusia dari kematian, dan malaikat Malik dan Ridwan bertugas menjaga pintu neraka dan surga.

4. Percaya akan rezeki dari Allah
Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk membagikan makanan kepada manusia. Jika seorang muslim meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah, maka ia pun meyakini malaikat menunaikan tugasnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ู„َู‡ٗ ู…ُุนَู‚ِّุจٰุชٌ ู…ِّู†ْۢ ุจَูŠْู†ِ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ٖ ูŠَุญْูَุธُูˆْู†َู‡ٗ ู…ِู†ْ ุงَู…ْุฑِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َุง ูŠُุบَูŠِّุฑُ ู…َุง ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุญَุชّٰู‰ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆْุง ู…َุง ุจِุงَ ู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ۗ ูˆَุงِ ุฐَุงۤ ุงَุฑَุง ุฏَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุณُูˆْุٓกًุง ูَู„َุง ู…َุฑَุฏَّ ู„َู‡ٗ ۚ ูˆَู…َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِّู†ْ ุฏُูˆْู†ِู‡ٖ ู…ِู†ْ ูˆَّุง ู„ٍ

Artinya:"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS. Ar-Ra'd surah ke 13: Ayat 11)

5. Rajin beribadah
Jangan lupa, ada malaikat yang bertugas mencatat dan memantau segala perbuatan, termasuk ibadah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ูˆَุงِ ู†َّ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู„َุญٰู€ูِุธِูŠْู†َ(ูกู ) ูƒِุฑَุง ู…ًุง ูƒَุง ุชِุจِูŠْู†َ(ูกูก) ูŠَุนْู„َู…ُูˆْู†َ ู…َุง ุชَูْุนَู„ُูˆْู†َ(ูกูข)  

Artinya:"(10.)Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), (11.)yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), (12.)mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Infitar surah ke 82: Ayat 10-12)

J. Hikmah mengimani malaikat Allah
Beberapa hikmah beriman kepada malaikat Allah antara lain:

1. Dapat mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, sudah selayaknya manusia malu kepada Allah jika mengabaikan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
2. Menunjukkan kedisiplinan dan keikhlasan malaikat dalam menjalankan perintah Allah. Sifat mulia malaikat dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.
3. Selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk, karena malaikat mencatat setiap perbuatan manusia.
4. Mengetahui keagungan, kebesaran dan kekuasaan Allah. Sehingga kita semakin tunduk dan taat kepada-Nya.
5. Tenang dan tidak merasa terbebani karena ingat bahwa para malaikat selalu bersama dan menjaga kita.
6. Mengetahui kasih sayang dan kepedulian Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Dari sinilah tumbuh rasa syukur kepada-Nya.
7. Kesabaran dan keberanian dalam kebaikan.
8. Berusaha menghindari hal-hal dan keyakinan yang menyesatkan.
9. Selalu berhati-hati dalam bertindak, karena segala perbuatan kita selalu diawasi dan dicatat oleh malaikat.
10. Meningkatkan ibadah kepada Allah. 

K. Kisah dua malaikat pencuci hati Rasulullah
Ketika Rasulullah berumur lima tahun, diyakini bahwa ketika berumur 3 tahun, ia masih dalam asuhan Halimah as-Sa'diyah. Ada sebuah peristiwa yang sangat menggemparkan dunia Arab, khususnya kaum Quraisy. Pada hari itu, dada Muhammad dibelah dan jantungnya diambil. Peristiwa ini dikenal dengan nama (Syaqqus Shadr). Anas bin Malik menjelaskan kejadian tersebut dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Di hari yang sangat panas, seperti biasa, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam sedang sibuk menggembala kambing bersama anak kandung Halimah. Mereka menggiring kambing ke padang rumput dan menggembalakannya seperti biasa. Masa mengembalakan kambing adalah masa yang sangat indah. Mereka bisa bermain sepuasnya sambil melihat kambing mencari makan sendiri. Mereka bisa bercanda atau berpura-pura sedang menunggangi seekor kambing. Hubungan Nabi Muhammad dengan anak-anak Halimah saudara susuannya sangat baik dan dekat.

Suatu hari Halimah menemukan putranya kembali sendirian tanpa Muhammad. Wajahnya terlihat kaget dan takut. Ia tergagap dan terperangah anak Halimah berkata dua orang laki-laki berpakaian putih sedang menggendong Nabi Muhammad. Ternyata dua orang pria membawa Muhammad ke suatu tempat, lalu membaringkannya di rumput dan membuka dadanya. “Kedua orang tadi telah membunuh Muhammad!” kata anak Halimah sambil menangis.

Halimah dan suaminya tersentak kaget. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan putra mereka. Benarkah Muhammad dibunuh? Jika benar, siapa yang membunuhnya dan apa tujuan pembunuhannya? Bagaimana mereka memberitahu ibu Muhammad, Aminah dan keluarganya jika benar Muhammad dibunuh? Tanpa menunggu lama, mereka langsung berlari menuju tempat yang disebutkan oleh putranya. Mereka harus segera mengetahui keadaan Muhammad.
Halimah dan suaminya tiba di tempat yang telah ditentukan. 

Mereka menghela nafas lega ketika mendapati Rasulullah sedang duduk di tanah dengan wajah yang sangat pucat karena ketakutan. “Wahai Muhammad, apakah kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi padamu?” Halimah bertanya sambil memeluk Rasulullah dengan erat. Ia sangat bersyukur anak asuhnya baik-baik saja. “Dua orang laki-laki berpakaian putih mendatangi saya. Mereka menyuruh saya berbaring lalu mereka membuka dada saya. Mereka mencari sesuatu di dada saya dan akhirnya membuangnya ketika mereka menemukannya. Setelah itu mereka segera pergi dengan cepat tanpa saya menyadari kepergiannya” jawab Rasulullah.

Oleh karena itu, ketika Allah berjalan melalui para malaikat, Dia mensucikan dan membersihkan hati Rasulullah ketika dia masih sangat sangat kecil. Malaikat Jibril mengambil jantung Rasulullah dan mengeluarkan segumpal darah dari jantung yang merupakan bagian dari setan Rasulullah. Setelah itu, jantung Rasulullah dicuci dangan air zamzam yang dibawa oleh Malaikat Mikail dan dikembalikan ke tempat asalnya.


Penutup:
Sebagai umat Islam kita wajib mengimani malaikat Allah, yakni dengan meneladani sifat malaikat yang rajin ibadah, selalu berbuat kebaikan dan menghindari maksiat, percaya akan adanya rezeki dari Allah, mempercayai adanya kehidupan setelah kematian dan rajin ibadah. Berakhir sudah pembahasan kita kali ini semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi penulis. Sekian dan terimakasih telah berkunjung di blog ini.

Penulis: Maulana Aditia 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jauhi suudzon dan tingkatkan husnudzon

Menjauhi syirik, khurafat, dan takhayul

Peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar