Berlomba-lomba dalam kebaikan

Dalam dinamika kehidupan saat ini yang seringkali penuh persaingan dan tekanan, konsep berlomba-lomba dalam kebaikan muncul sebagai sebuah cara pandang yang memotivasi dan memberikan arah positif. Islam menganjurkan umatnya untuk saling berlomba-lomba dalam beramal shaleh agar mendapat keberkahan dan mendapatkan keridhaan Allah. Untuk mengetahui lebih lanjut mari kita bahas bersama!

A. Pengertian berlomba-lomba dalam kebaikan
Berlomba-lomba dalam kebaikan, atau "Fastabiqul khairat" dalam bahasa Arab, mengacu pada ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk berlomba-lomba dalam beramal shaleh. Fastabiqul khairat merupakan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk terdorong untuk melakukan amal shalih. Tujuannya untuk menggapai Allah dan surga-Nya yang luasnya seluas langit dan bumi. Berlomba-lomba dalam kebaikan menekankan pentingnya keikhlasan, ketulusan dan cinta akan kebaikan dalam melakukan perbuatan baik.

B. Perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan
Dalil yang paling utama tentang berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an yang berbunyi:

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:"Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(QS. Al-Baqarah surah ke 2: Ayat 148)

Dalam surah lain Allah juga memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam mendapatkan ampunannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

سَا بِقُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَآءِ وَ الْاَ رْضِ ۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

Artinya:"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."(QS. Al-Hadid surah ke 57: Ayat 21)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَا جًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَا سْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ 

Artinya:"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"
(QS. Al-Ma'idah surah ke 5: Ayat 48)

C. Contoh perbuatan berlomba-lomba dalam kebaikan 
1. Membantu tetangga yang kesusahan
2. Mengunjungi tetangga yang mengalami musibah seperti sakit atau meninggal dunia
3. Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di desa tempat tinggal kita
4. Membantu fakir miskin dan anak yatim
5. Memakmurkan masjid di sekitar tempat tinggal
6. Membantu teman sekolah/kuliah/ kerja yang sedang kesusahan
7. Senantiasa berdzikir kepada Allah  dan Istiqomah dalam beramal shalih
8. Berkawan dan berkumpul dengan orang shalih atau ahli agama
9. Bersegera dalam beramal shalih dengan ikhlas
10. Bersaing secara sehat melalui hal-hal positif selain ibadah

D. Cara bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikan 
Berikut lima resep yang bisa menjadi solusi menjaga semangat berlomba-lomba dalam kebaikan:

1. Ikhlas
Beribadah dengan ikhlas atau beramal shalih untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berharap berharap balasan darinya. Lawan kata ikhlas adalah riya' dan sum'ah, yaitu beribadah karena ingin orang menilai Anda sebagai orang baik. Keikhlasan sebagaimana yang tergambar indah dalam doa iftitah yang berbunyi:

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ حَنِيْفًا وَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya: Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).

2. Cinta kepada kebaikan dan cinta kepada orang yang berbuat baik
Juga mengacu pada keikhlasan,Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, maka kita mencintai kebaikan dan kita juga menyukai orang-orang yang suka berbuat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ  ۛ  وَاَ حْسِنُوْا  ۛ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya:"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."(QS. Al-Baqarah surah ke 2: Ayat 195)

3. Merasa beruntung saat melakukannya
Sikap ini ada karena kita beriman dan beriman kepada Allah. Ketika keimanan sudah merasuk ke dalam jiwa, kita merasa bahagia karena kita terus beramal shalih agar mendapat keridhaan-Nya. Ketika perasaan seperti itu muncul, maka semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan selalu membara dan tak pernah padam.

4. Mencontoh generasi terbaik dalam beramal
Era Nabi dan para sahabat adalah “khairu ummah”, era umat terbaik. Jadi kita harus belajar dan meniru mereka. Nabi dan para sahabat senantiasa semangat dan tak henti-hentinya berjuang menyebarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia, baik yang beriman maupun yang kafir. Jadikan ini menjadi teladan bagi kita, semoga dengan cara ini kita bisa berkumpul bersama mereka di surga.

5. Memahami ilmu tentang kebaikan
ilmu sangat penting agar hati kita bisa hidup selamanya. Segala macam ilmu perlu dipelajari agar tidak kesesatan. Jadi mempelajari ilmu itu wajib bagi kita. Begitu kita memahami arti kebaikan, maka semangat amal akan terus tumbuh dalam jiwa kita. Karena pada hakikatnya ilmu tersebut merupakan sarana untuk beramal shaleh demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.

E. Hikmah berlomba-lomba dalam kebaikan 
1. Terselamatkan dari godaan setan
Setan punya banyak cara untuk menyesatkan manusia. Salah satu caranya adalah dengan membujuk dan mengajak orang melakukan hal-hal yang tidak membuat Allah ridha. Berlomba-lomba dalam kebaikan, seorang Muslim berkonsentrasi pada tindakan yang ingin dia lakukan. Imannya pun semakin kokoh dan kuat, sehingga tidak mudah tergoda oleh godaan setan.

2. Tak ada waktu yang terbuang sia-sia 
Orang-orang yang giat dalam berlomba-lomba dalam kebaikan akan mengubah hidupnya untuk setiap kesempatan menyelamatkan ibadah dan pahala di akhirat. Ia fokus pada kebiasaan baik sehingga tidak punya waktu untuk bersantai dan tidak melakukan apa pun. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berusaha berbuat sesuatu agar waktu yang diberikan Allah tidak terbuang percuma. 

3. Energi tersalurkan untuk meningkatkan mutu diri
Ketika seorang muslim berusaha berbuat baik, maka energinya selalu terarah untuk melakukan hal-hal yang diridhai Allah. Dia menolak untuk terlibat dalam kegiatan negatif dan berpaling dari Allah. Perbuatan baik ini meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Dengan cara ini kualitas diri meningkat sehingga memiliki cadangan yang cukup untuk membawanya ke dunia lain.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya:"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Hasyr surah ke 59: Ayat 18)

4. Hidup menjadi berkah
Alangkah nikmat dan indahnya jika hidup selalu mendapat berkah melimpah dari sang pemilik alam semesta. Ingatlah bahwa amal menambah warna indah dalam hidup Anda. Anda akan menjadi orang yang tidak dilahirkan di dunia sementara ini dengan sia-sia. Selagi hidup masih terus berjalan dan jiwa serta raga masih dalam kondisi yang baik, segeralah berbuat baik, meskipun itu hal yang kecil dan sederhana. Sekalipun hanya sekedar menyingkirkan paku di tengah jalan agar tidak terkena orang lain, itu pun merupakan perbuatan mulia yang bisa dilakukan siapa pun.

5. Dihiasi oleh energi positif
Hidup dengan energi positif adalah dambaan setiap orang. Karena hanya melalui energi positif seseorang mempunyai semangat dan keinginan untuk bertahan atau bertahan dalam bidang kehidupan tersebut. Tahukah Anda, tidak sulit mendatangkan energi positif agar selalu menghiasi diri Anda, salah satunya akan Anda terima jika terus berbuat Kebaikan. Melatih diri dan kepekaan sosial anda untuk peduli terhadap sesama, semakin banyak berbuat baik, bagaimana menjadikan diri anda manusia yang berkarakter berbudi luhur.

Penutup: 
Di dunia yang penuh tantangan, konsep bersaing demi kebaikan telah menjadi pilar inspiratif yang dapat membentuk karakter dan menimbulkan dampak positif. Melalui artikel ini, kami memahami bahwa memperjuangkan kebaikan tidak hanya menciptakan pertumbuhan pribadi. Oleh karena itu, berlomba-lomba berbuat baik bukan sekedar kegiatan, melainkan sebuah perjalanan kolektif menuju masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan. Mungkin ini saja yang dapat penulis sampaikan pada pembahasan kita kali ini. Kuranglebihnya penulis mohon maaf. Sekian dan terimakasih.

Penulis: Maulana Aditia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jauhi suudzon dan tingkatkan husnudzon

Menjauhi syirik, khurafat, dan takhayul

Peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar