Bersegeralah dalam beramal shalih


Kehidupan modern sering kali membuat kita terburu-buru. Di tengah dinamika tersebut, seringkali kita melupakan pentingnya beramal shalih sebagai wujud ibadah dan kebaikan terhadap sesama. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bersegera dalam beramal shalih.

A. Pengertian bersegeralah dalam beramal
Bersegeralah dalam beramal shalih berarti mengerjakan amal baik segera sebelum bencana atau musibah menimpa. Kita harus segera beramal shalih, karena ada fitnah, seperti di bagian gelap, dimana seorang mukmin di pagi hari, kemudian menjadi kafir di sore hari. Bersegeralah dalam beramal shalih  sangatlah penting karena dapat membantu kita menjadi lebih baik dan mendapat keberkahan dalam hidup di dunia dan di akhirat.

Selain itu, masa depan kita tidak dapat diprediksi. Kita sering berpikir bahwa kita mempunyai cukup waktu di masa depan untuk melakukan hal-hal baik, namun kenyataannya, hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Dengan bersegera dalam melakukan amal shalih, kita memastikan bahwa setiap kesempatan untuk berbuat baik tidak disia-siakan. 

Bersegera dalam beramal shalih juga mencerminkan keseriusan dan keikhlasan dalam melaksanakan ajaran agama. Jika kita menunda beramal shalih, bisa jadi hal tersebut mencerminkan keraguan atau kurangnya keseriusan terhadap nilai-nilai agama yang kita anut. Sebaliknya, bersegera beramal shalih menunjukkan tekad untuk meningkatkan kualitas spiritual  dan akhlak seseorang.

B. Perintah untuk bersegera dalam beramal shalih 
Allah dan Rasul-Nya telah banyak mengajarkan kita untuk cepat beramal shaleh. Jangan pernah menunda dalam berbuat kebaikan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Bersegeralah kalian beramal shalih sebelum datangnya 7 hal, tidaklah kalian menunggu selain kefakiran yang membuat lupa, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang merusak, masa tua yang melemahkan, kematian yang menyergap tiba-tiba, menunggu dajjal padahal ia adalah seburuk-buruknya yang ditunggu, atau menunggu datangnya kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang sangat berat dan menakutkan.” (HR Tirmidzi no 2228) 

Kalau kita menunda, sebenarnya kita hanya menunggu:
1. Kefakiran membuat kita lupa. Dalam keadaan seperti ini, beramal shalih menjadi semakin sulit karena kita sibuk mencari sesuap nasi.
2. Kekayaan melebihi batas. Dalam situasi seperti ini kita melupakan Allah.
3. Penyakit yang merusak. Ini adalah alasan sederhana untuk tidak melakukan perbuatan baik.
4. Usia tua yang menyedihkan. Jika seseorang berniat beramal shalih setelah tua, maka sadarlah bahwa usia tua itu melemahkan. Jika kita tidak terbiasa beramal di masa muda, kita malas untuk beramal di masa tua.
5. Kematian mendadak. Siapa yang tahu kapan dia akan menemui ajalnya?
6. Dajjal. Apakah Anda ingin menunggu Dajjal baru beramal shalih? Yang terjadi adalah Anda akan terkena fitnah Dajjal. 
7. Kiamat. Kiamat merupakan kondisi yang paling berat, siapkah anda menghadapi kondisi sulit tersebut?


Selain itu, Allah juga memerintahkan dalam Al-Qur'an, yang berbunyi: 

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 

Artinya:"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"(QS. Ali 'Imran surah ke 3: Ayat 133)

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa, "Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no 118)

Hadits ini berisi perintah untuk segera melakukan amal shalih. Apa yang disebut amalan shalih jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas kepada Allah dan mengikuti petunjuk Nabi. Jika syarat ini tidak dipenuhi maka amalan tersebut tidak diterima di sisi Allah. Hadits ini memberitahu kita bahwa fitnah datang seperti malam hari. Artinya fitnah tidak dapat dilihat. Pada masa itu, orang tidak tahu ke mana harus pergi. Dia tidak tahu di mana tempat keluarnya.

Fitnah bisa karena syubhat (racun pikiran), bisa juga karena syahwat (hasutan untuk maksiat). Fitnah di atas diibaratkan dengan malam Palau yang lagi-lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan dalam keadaan tidak beriman di sore hari. Bayangkan hal seperti itu dalam satu hari. Atau mukmin di sore hari dan kafir di pagi hari. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimana seseorang bisa menjual agamanya? Menjual agama yang dimaksud di sini adalah pertukaran agama dengan kekayaan, kekuasaan, status atau bahkan perempuan. Dengan demikian, perintah untuk bergegas dalam beramal shalih merupakan pelajaran penting bagi Islam untuk mempersiapkan diri menghadapi cobaan dan menerima keberkahan di dunia dan akhirat.

C. Bentuk bersegera dalam beramal shalih
Amal shalih memainkan peranan penting dalam kehidupan seorang Muslim, dan keseriusan serta kecepatan penerapannya merupakan suatu berkah. Berikut beberapa bentuk bersegera dalam beramal shalih:

1. Shalat dengan khusyuk
Mulailah shalat sesegera mungkin ketika waktunya tiba. Jangan menunda mendekatkan diri kepada Allah dengan khusyuk di setiap rakaat.

2. Bersegera dalam bershadaqah 
Tidak selamanya bisa melakukan shadaqah. Membantu orang lain dengan memberikan shadaqah dengan bersegera tanpa menunggu waktu yang lebih “sesuai”.


3. Mengambil pelajaran dari Al-Quran
Segera ambil tindakan dan mempraktikkan pelajaran yang ditemukan dalam Al-Quran. Bersegeralah untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci tersebut.

4. Mengikuti sunnah nabi
Rasulullah adalah contoh terbaik. Cepatlah mengikuti Sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berbicara, berpakaian, dan berinteraksi dengan orang lain.


5. Minta maaf dan memaafkan
Minta maaf segera setelah Anda melakukan kesalahan dan segera maafkan orang lain. Kegiatan ini mempercepat penyucian hati dan terpeliharanya silaturahmi.

6. Berdoa dengan tulus
Doa adalah senjata umat Islam. Berdoa langsung kepada Allah dengan ikhlas memohon bimbingan, berkah dan perlindungan.

7. Segera bertobat 
Jika melakukan kesalahan, segera bertobat dan jangan mengulangi kesalahan tersebut. Kepentingan untuk memperbaiki diri tidak bisa ditunda.

8. Menjaga Amanah
Segeralah menjaga amanah dan janji yang diberikan. Menepati janji adalah bagian dari kejujuran dan integritas.


D. Hikmah bersegera dalam beramal shalih
Beramal shalih tidak hanya menguntungkan Anda, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, bersegera menunaikan amal shalih bukan hanya sekedar amalan lahiriah saja, namun juga membawa banyak hikmah yang mendalam dalam kehidupan spiritual dan sosial seorang muslim. Berikut beberapabeberapa hikmah bersegera dalam beramal shalih:

1. Mendekatkan diri kepada Allah
Bersegera dalam beramal shalih mencerminkan keinginan untuk segera mendekatkan diri kepada Allah. Menunjukkan keinginan untuk meraih keberkahan dan ridha-Nya tanpa menunggu lama.

2. Menjaga konsistensi iman
Amalan shalih yang dilakukan dengan cepat membantu menjaga kelangsungan keimanan. Dengan senantiasa berusaha berbuat baik, seseorang dapat menjaga kekuatan iman dan keteguhan hati.

3. Membentuk kebiasaan baik
Bersegera melakukan tindakan yang baik membantu membentuk kebiasaan yang baik. Semakin cepat amalan dilakukan, semakin mudah menjadikannya bagian dari rutinitas harian yang positif.

4. Memberikan dampak positif bagi lingkungan 
Sikap bersegera dalam beramal shalih  membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Misalnya, shadaqah cepat dapat memberikan bantuan yang diperlukan kepada mereka yang membutuhkan tanpa menunggu keadaan menjadi lebih buruk.

5. Membangun tanggung jawab sosial
Bersegera dalam beramal shalih mencerminkan tanggung jawab sosial. Tanggung jawab ini tidak hanya kepada Allah saja, tetapi juga kepada orang lain yang membutuhkan bantuan dan dukungan.

6. Mengatasi prokrastinasi spiritual
Bersegera dalam beramal shalih membantu mengatasi prokrastinasi spiritual. Tidak menunda-nunda kebaikan membuat seseorang terhindar dari godaan untuk menunda-nunda ketaatan kepada Allah.

7. Membentuk kesabaran dan keteguhan hati
Bergegas berbuat baik memerlukan kesabaran dan keteguhan hati. Keterampilan ini berkembang dengan semangat untuk terus berbuat baik tanpa lelah.

8. Menjadi sumber inspirasi
Sikapbersegera dalam beramal shalih dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Saat Anda melihat seseorangbertindak untuk kebaikan dapat mendorong orang lain untuk mengikutinya.

Denganbersegera dalam beramal shalih,, seorang muslim dapat memperkaya tujuan hidup rohaninya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Kecepatan berbuat baik tidak hanya bergantung pada waktu, tetapi juga pada sikap hati yang penuh keikhlasan dan semangat kebaikan.

E. Kisah seorang pengusaha yang tidak sempat beramal shalih selama hidupnya
Ada seorang pengusaha di Arab Saudi yang mempunyai banyak harta, namun sayangnya ia tidak menikah hingga akhir hayatnya karena terlalu sibuk dengan bisnis dan juga jauh dari sanak saudaranya. Suatu hari, ketika ia meninggal, pemerintah Saudi, lebih tepatnya pengadilan, menyita harta bendanya dan berusaha mencari tahu ahli warisnya. 

Setelah pencarian yang lama, akhirnya hanya ditemukan 3 ahli waris saat itu. Ketiga ahli waris tersebut adalah sepupu jauhnya, semua saudara, kerabat dan orang tua saudagar ini telah meninggal. "ada apa kami dipanggil, apakah kami melakukan pelanggaran?" Tanya salah satu dari mereka. "Tidak. Apakah kalian mengenal si Fulan(yakni pengusaha tersebut)?" Tanya hakim. Mereka pun menjawab, "ya, ia saudara sepupu kami, tapi ia tidak pernah berinteraksi dengan kami dan ia pun juga tidak pernah membantu kami dan kami tidak tahu kabarnya sekarang". Kata hakim "ia sudah meninggal dunia dan meninggalkan harta yang sangat banyak. Kami tidak menemukan ahli waris kecuali kalian bertiga".

Mereka menandatangani dan juga menerima warisan yang sebelumnya miskin, masing-masing langsung menerima puluhan miliar. Ketika mereka meninggalkan ruangan, tiba-tiba hakim ingin mengatakan sesuatu kepada mereka. Hakim lalu berkata, "saya ingin memberikan ide sebentar kepada kalian, kalian mendapatkan harta dari si mayit tanpa melakukan upaya apa-apa, bagaimana kalau setiap orang diantara kalian mengeluarkan uang kita bangunkan masjid untuk si mayit. Supaya dia dapat amal Shalih juga dan sebagai balasan kebaikan kalian kepada dia".

Mereka pun menjawab bergiliran. Sepupu yang pertama mengatakan "saya mempunyai hutang yang sangat banyak dan melunasi hutang saya". Kemudian sepupu yang kedua mengatakan "saya sudah lama hidup susah dan saya ingin hidup senang sekarang". Kemudian sepupu yang ketiga mengatakan " hai hakim orang ini semasa hidup kenapa tidak membangun masjid untuk dirinya? Kenapa ahli waris yang membangun?". Setelah itu mereka dipersilahkan keluar ruangan dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Hikmah dari cerita ini, amal Sholeh yang kita tanamkan untuk diri kita sendiri di dunia semasa hidup adalah yang terbaik. Jika kita mengharapkan ada orang yang mau beramal Shalih atas nama kita, kecil kemungkinannya. Hasan Al Basri mengatakan, "Wahai anak Adam janganlah engkau menunda amalan-amalanmu karena engkau memiliki kesempatan pada hari ini. Adapun besok pagi ataupun besok hari belum tentu kau memilikinya, jika engkau bertemu esok hari maka lakukanlah pada esok hari itu sebagaimana engkau lakukan pada hari ini dan jika engkau tidak bertemu dengan esok hari maka engkau tidak menyesal atas sikapmu menyia-nyiakan waktu".

Penutup:
Melewati kehidupan ini, kecepatan beramal shalih mengungkapkan semangat dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah erta membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Bersegera dalam shalat, bersedekah, mempelajari Al-Qur'an dan mengikuti Sunnah Nabi tidak hanya mengejar waktu saja, namun pembentukan kebiasaan baik dan keberlangsungan iman.

Hikmah seperti tanggung jawab sosial, mengembangkan kesabaran dan menjadi sumber inspirasi merupakan bukti bahwa berbuat baik dengan cepat akan melahirkan pribadi yang berdampak positif bagi masyarakat. Hikmahnya bukan untuk menunda kebaikan, tapi untuk segera mengaplikasikannya agar mendapat keberkahan dan keberkahan Allah. Dengan  bersegera melakukan amal shalih seseorang membuktikan bahwa ketaatan kepada-Nya bukan sekedar kewajiban, tapi juga jalan menuju kebahagiaan sejati.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari pembahasan kita kali ini dan dapat menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin ini saja yang dapat penulis sampaikan pada pembahasan kita kali ini. Kurang lebihnya penulis mohon maaf. Sekian dan terimakasih telah berkunjung ke blog ini.

Penulis: Maulana Aditia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jauhi suudzon dan tingkatkan husnudzon

Menjauhi syirik, khurafat, dan takhayul

Peduli terhadap hewan dan lingkungan sekitar